Langsung ke konten utama

Karena Yang Tulus Tak Akan Mudah Melepaskan, Merelakan Dan Pergi, Tapi Mudah Meneteskan Air Mata

Mencintai dengan tulus itu bukan perkara yang mudah, karena yang tulus akan mencintai dengan sepenuh hati. Meskipun mereka bisa mengikhlaskan seseorang yang mereka cintai pergi, tapi mereka tidak akan mudah melepaskan dan merelakannya. Bukan karena mereka tidak bisa ikhlas, tapi karena cinta mereka yang sungguh besar, dan selalu ingin memastikan kebahagiaan orang yang mereka cintai. Karena itu saat yang disayangi tersakiti, mereka akan menangisinya.

Karena Yang Tulus Tidak Akan Mudah Melepaskan, Apalagi Saat Mereka Tidak Tahu Pasangannya Akan Bahagia Atau Tidak
Mencintai dengan tulus dan sepenuh hati, memberikan cinta dan hati mereka sebesar besarnya. Tentu saja sangat menyakitkan saat mereka harus melepaskan seseorang yang sudah begitu mereka cintai. Bahkan ada pula yang tidak bisa menahan rasa sakitnya hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup. Mereka tidak hanya sulit melepaskan bukan karena merasa rugi karena telah memberikan cinta itu kepada seseorang, namun mereka takut bahwa yang dicintai tidak akan merasa bahagia atau mendapatkan cinta seperti yang pernah dia berikan.

Karena Yang Tulus Merasa Sulit Untuk Merelakan dan Melepaskan, Karena Begitu Besarnya Rasa Cinta Yang Kita Miliki

Meskipun memiliki sikap posesif itu sebenarnya salah, namun orang yang tulus terkadang tak sengaja untuk memiliki perasaan itu, mereka begitu mudahnya merasa cemburu dan sangat takut kehilangan. Bukan berarti mereka begitu lemah dan tidak bisa melepaskan dengan ikhlas, namun karena rasa cinta yang begitu besar itu pula yang membuat mereka kesulitan untuk mudah merelakan. Jika mereka bisapun akan membutuhkan waktu yang begitu panjang.

Karena Yang Tulus Takkan Meninggalkan, Seringnya Mereka Yang Lebih Banyak Disakiti dan Ditinggalkan

Menjadi seseorang yang mencintai bukanlah hal yang mudah. Apalagi yang dicinta belum bisa memberikan sepenuh hatinya dan membalas cinta yang diberikan dengan sepadan. Sehingga banyak yang tulus harus berjuang  sendirian dalam hubungan itu. Kebanyakan dari mereka harus sering mengalah, harus banyak menerima rasa sakit. Hingga yang ditinggalkan dalam hubungan juga disia siakan

Sehingga Hanya Menangislah Yang Mampu Mereka Lakukan, Entah Menangis  Dalam Kesendirian Atau Menangis Di Hadapan Tuhan

Orang yang melakukan apapun dengan perasaan akan lebih mudah tergugah hatinya, mereka akan menangis dan turut merasakan kesedihan, bahkan jika itu bukan dia yang merasakan. Apalagi jika mereka sendiri yang mengalaminya. Meskipun terkadang di depan orang lain mereka tetap berusaha tersenyum dan terlihat kecewa. Dalam hati mereka tetap menangis sesenggukan. Dan lebih banyak membicarakan dan meratapi kesedihannya di Hadapan Tuhannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...