Langsung ke konten utama

Nyatanya, Saat Kamu Merasa Mulai Berkorban Dalam Cintamu, Saat Itu Pula Cintamu Mulai Memudar

Cinta memang butuh pengorbanan, itu pasti. entah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran hingga materi, banyak hal yang harus dikorbankan demi sebuah cinta. Bahkan hingga perasaan sekalipun terkadang harus dikorbankan, demi melihat dia yang dicintai bahagia. Tapi sadarkah, saat kita sudah merasa berkorban terlalu banyak untuk dia yang kita cintai, bahkan jika pengorbanan dan perjuangan kita tidak dihargai, kita merasa semua hal yang kita lakukan hanyalah sia sia. Saat itu pula sebenarnya perasaan cinta yang kita miliki telah mulai pudar. 

Cinta Memang Butuh Pengorbanan, Dan Saat Kita Merasa Berkorban, Sama Saja Cinta Itu Tidak Tulus Dan Ikhlas

Meskipun kenyataannya cinta memang butuh pengorbanan, tapi seharusnya jika kamu memang mencintai sepenuh hati, maka kamu tidak akan merasakan pengorbanan itu. Kamu mencintainya dengan ikhlas, dan apapun takdir Tuhan menentukan akhir dari kisah cintamu. Kamu akan tetap menerimanya dengan lapang dada. Tapi jika kamu merasa berkorban, dan ternyata kenyataannya tak sesuai yang kamu harapkan, sama saja, cintamu telah mulai hilang. segala cinta yang kamu miliki tidak lagi tulus. 

Cinta Tidak Punya Untung Dan Rugi, Kamu Tidak Merasa Beruntung Jika Cintamu DiTerima Dan Tidak Rugi Jika Dia Pergi

Banyak dari kita yang menyalahkan seseorang yang memilih pergi dalam hidup kita dengan alasan apapun. Kita menganggap bahwa dia tidak menghargai perasaan yang kita miliki. Namun sebenarnya cinta itu tidak mengenal untung dan rugi. Saat kita berjuang dan memberikan sesuatu untuk cinta, bukan balasannya yang akan kita pikirkan. Tapi karena ingin membuat dia yang kita cintai bahagia. 

Lalu Apa Namanya Jika Bukan Cinta? Itulah Posesif Dan Sekedar Keinginan Untuk Memiliki Sendiri 

Kamu tidak suka jika orang yang kamu cintai tapi meninggalkanmu lebih bahagia, kamu tidak suka jika ada yang mencintainya selain dirimu, kamu merasa rugi dengan segala perjuanganmu jika tidak memiliki dia. Percayalah, rasa cintamu memang benar benar telah hilang. Yang ada sekarang hanyalah keinginan untuk memiliki. Kamu merasa bahwa dia memang harus membalas perasaanmu, tak peduli dia akan bahagia atau tidak dengan itu. Kembali harusnya kamu mengingat bahwa cinta ada bukan untuk menyakiti tapi membahagiakan pasanganmu. 

Jadi Jangan Pernah Merasa Berkorban Atas Cintamu. Jalani Saja Dan Lakukan Sebaik Mungkin. Apapun Hasilnya Serahkan Pada Tuhan 

Biarkan semuanya berjalan sebagaimana yang takdir inginkan. Kamu tak perlu terlalu banyak berjuang yang nantinya hanya membuat hatimu tak ikhlas jika endingnya tak sesuai dengan harapan. Yang perlu kamu lakukan hanya menjalaninya dengan sebaik mungkin. Soal hasilnya serahkan dan pasrahkan semuanya pada Tuhanmu. Dengan begitu, apapun akhir dari kisah cintamu, kamu tidak akan merugi dan menyesal. Karena cintamu memang tulus untuk dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...