Langsung ke konten utama

Benci Boleh, Tapi Bodoh Dengan Menyebarkan Kebencian Hingga Menfitnah. JANGAN !!!

Kalo bisa sih ya jangan membenci, cobalah untuk memaafkan meskipun sebanyak apapun kebencianmu dan luka yang kamu rasakan. Tapi bagaimanapun sebagai manusia biasa yang penuh dengan kekhilafan, tentu rasa benci itu pasti ada, karena bagaimanapun itu adalah rasa yang manusiawi. Yang salah apabila karena kebencian itu, malah membuat kericuhan dengan menyebarkannya kepada orang lain, hingga menyebar fitnah. Karena itu berarti tanda tanda orang bodoh.

Benci Itu Boleh, Tapi Yang Salah Jika Kebencian Itu Membuat Kita Lupa Untuk Memaafkan 

Sebuah nasehat mengatakan, bahwa seorang yang kuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, ataupun yang berotot kekar. Justru orang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri, khususnya nafsu dan emosi. Dan kebencian adalah salah satu emosi dan nafsu yang harusnya kita lawan dengan cara memaafkannya. Sehingga saat kebencian itu ada, yang harus kita lakukan adalah mencoba memaafkan diri dan hati kita dahulu. Karena telah memendam kebencian, baru setelah itu memaafkan orang lain.

Benci Boleh, Yang Bodoh Adalah Membuat Cerita Palsu Untuk Menfitnah Yang DiBenci 

Kita boleh membenci orang lain, tapi itu urusan kita dengan orang yang kita benci. Tidak perlu membawa bawa orang lain dalam kebencian kita. Hingga mengarang ngarang cerita agar orang yang kita benci ikut dibenci oleh orang lain. Orang memang mungkin akan percaya dengan yang kamu katakan, karena mereka merasa ikut bersolidaritas sebagai kawan, Tapi Tuhan tak pernah tidur. Kamu bisa mengarang apapun. Tapi kebenaran tetap yang akan terungkap.

Bodohnya Lagi, Yang DiAjak Membenci, Ikut Ikutan Membenci, Karena Mendengar Cerita Orang Lain. Bukannya Malah Mengingatkan Temannya Agar Belajar Memaafkan, Tapi Malah Menyulut Api Di Hati Yang Sudah Panas. 

Seperti kumpulan orang dungu dan bodoh, yang satu menyebarkan kebencian, yang lain mengiyakan seperti kerbau yang cucuk hidungnya. Padahal teman yang baik, tidak hanya ikut merasakan penderitaan sahabatnya, tapi harusnya mengingatkan agar sahabatnya tidak berjalan kearah yang salah.

Jika Memnag Kamu Membenci Cukup Simpan Kebenciamu Untuk Dirimu Sendiri, Jangan Jadi Bodoh Dengan Membiarkan Kebencianmu Menguasai Dirimu, Hingga Mengajak Orang Lain Ikut Membenci

Yang namanya orang pintar adalah orang yang mengutamakan perdamaian, yang lebih suka memaafkan. Lalu apakah mereka pernah membenci, tentu saja pernah. karena rasa itu pasti muncul dalam hati, Tapi bukan berarti karena kebencian itu mereka menjadi brutal dan membuat kerusuhan dengan sama sama mengajak membenci. Cukup simpan kebencianmu dan doakan agar kamu bisa menghilangkan kebencian itu dalam hatimu.

Karena Kita Tidak Pernah Tahu Siapa Saja Yang Paling Baik Dan Yang Kita Butuhkan, Bisa Jadi Yang Kamu Benci Ternyata Menyelamatkanmu Dari Penderitaan

Kita tak pernah tahu masa depan, hari ini yang paling dekat dan paling baik. belum tentu akan menjadi paling baik kedepannya. Dan yang paling kita benci, mungkin akan menjadi yang kita butuhkan nantinya. Oleh sebab itu kita diajarkan untuk berprasangka baik kepada setiap orang. Karena bisa jadi yang kamu benci sekarang, sebenarnya sedang atau sudah menyelamatkanmu dari penderitaan. Tetap berpikir positif saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...