Langsung ke konten utama

Dalam Cinta, Belajarlah Mencintai Tanpa Memaksa DiCintai

Tuhan memisahkan kamu dalam suatu hubungan agar kamu belajar bahwa tak setiap cinta yang kamu berikan akan berbalas mencintaimu. Tak semuanya yang kamu perjuangkan akan memperjuangkanmu. Sehingga yang kamu lakukan adalah belajar bersabar dan tulus. Kamu bisa jatuh cinta pada siapapun. Tapi kamupun tak berhak memaksanya untuk jatuh cinta kepadamu

Karena Cinta Tumbuh Dari Hati Yang Baik Bukan Nafsu Memiliki

Bahkan jika seorang yang kamu inginkan sekarang ini memang telah menjadi milikkmu. Dia tetap bukan seutuhnya milikmu. Tuhan sedang menitipkannya kepadamu. Memberimu kesempatan untuk menjaga dan mencintainya. Dan saatnya telah tiba maka Tuhan akan mengambilnya. Baik dengan perpisahan ataupun kematian. Jadi jangan biarkan cintamu yang tulus berubah menjadi nafsu. Cinta itu hadir dari hati yang baik dan indah.

Memang Sakit Jika Cinta Tak Berbalas. Tapi Bukankah Cinta Hadir Karena Ingin Membahagiakan Yang Dicintai

Semua orang pasti kecewa, sedih dan terluka saat yang dicintai ternyata tak membalas cinta itu. Tapi saat awal kamu menyerahkan hatimu pada cinta. Hal yang kamu usahakan adalah untuk membahagiakan dia yang kamu cintai. Entah bersamamu ataupun tidak.

Karena Cinta Lewat Paksaan. Entah Kamu Dapatkan Atau Tidak. Hanya Akan membuatmu Terluka

Terkadang memang berhasil, tapi lebih banyak kesengsaraannya. Kamu harus lebih banyak bersabar dan terluka lewat cintamu. Jika kamu berhasil mungkin saja dia akan bisa mencintaimu. Tapi karena kamu memaksa cinta itu, kamupun harus cukup bersabar pada banyaknya luka yang akan hinggap dalam hidupmu.

Meskipun Petuah Kuno. Tapi Memang Lebih Baik Jelas Mencintai Dia Yang Mencintaimu. Dengan Begitu Kamu Menjaga Hatimu Dari Luka Yang Mendalam

Sama seperti dia yang kamu paksa mencintaimu, tentu akan sulit baginya menerimamu. Mungkin sama dengan mereka yang jelas mencintaimu. Tapi jika hatimu tak lagi kuat menunggu dia yang hanya menyia nyiakanmu. Lebih baik cintailah dia yang jelas mencintaimu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...