Langsung ke konten utama

Dalam Hubungan, Jadilah Orang Yang Menolak Lupa, Bukan Untuk Jadi Pendendam, Tapi Agar Tidak Sampai Mengulangi Kesalahan Yang Sama

Terkadang kita tak boleh begitu saja melupakan kesalahan orang lain kepada kita. Apalagi jika kesalahan itu berupa ketidak setiaan dan pengkhianatan. Karena seseorang yang sudah melakukan pengkhianatan akan sangat mungkin melakukan kesalahan yang sama. Sehingga kita pun harus mengambil tindakan yang tegas pula. Namun meskipun kita tak boleh lupa, tapi tetap utamakan untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Gunakan saja, ingatan itu untuk lebih berhati hati dan waspada dalam menjalin hubungan.

Menolak Lupa Bukan Menjadikan Kita Sebagai Pendendam, Tapi Sebagai Pelajaran Yang Berharga dan Lebih Berhati Hati Dalam Membina Hubungan

Pernah dikhianati pacar, pernah ditikung teman, pernah disakiti oleh orang tersayang, membuat kita dalam pilihan untuk memaafkannya atau tidak. Dan apapun pilihan kita, satu yang harus kita lakukan adalah menolak lupa apapun yang telah mereka lakukan kepada kita. Itu bukan berarti membiarkan diri dan hati kita menjadi seorang pendendam, tapi sebagai pengalaman yang berharga. Karena bagaimanapun guru terbaik kita adalah pengalaman dan membuat kita lebih berhati hati pada siapapun yang kita temui.

Bagaimanapun Kita Menemui Banyak Orang Dalam Hidup, Pasti Ada Yang Benar Benar Baik, Pura Pura Baik, Hingga Musuh Dalam Selimut 

Dari banyaknya orang yang kita temui setiap hari, dari banyaknya yang berinteraksi dengan kita. Menjalin hubungan dari yang sekedar tahu hingga yang paling spesial. Tak semuanya pasti baik kepada kita. Akan ada yang benar benar tulus, ada yang berpura pura hingga terang terangan tak menyukai kita, dan ada pula yang hanya ingin memanfaatkan kita. Sehingga penting bagi kita untuk waspada, agar saat kita pernah terluka, kita tak lagi terluka karena jatuh dilubang yang sama. Dan inilah kenapa menolak lupa dapat menjadi pengalaman yang berharga agar kita tak salah memilih dan bertindak.

Kesempatan Kedua Memang Bisa Diberikan, Namun Kewaspadaan Dan Menjaga Hati Untuk Tidak Lagi Terluka Dapat Dilakukan Dengan Menolak Lupa 

Cinta memang bisa membuat kesalahan termaafkan, membuat kita untuk memberikan kesempatan kedua pada pasangan kita. Namun meskipun kesempatan kedua telah diberikan, bukan berarti lalu kita membiarkan hati kita sampai terluka untuk kedua kalinya. Inilah pentingnya untuk kita menolak lupa, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan. Karena bagaimanapun tidak ada yang menjamin masa depan dan kebahagiaan kita sendiri. Sehingga penting bagi kita untuk menjaga hati kita dan mempersiapkan apapun yang mungkin terjadi.

Apalagi Saat Satu Kali Ada Pengkhianatan, Tidak Ada Yang Menjamin Bahwa Pengkhianatan Itu  Tidak Akan Terjadi Lagi 

Seseorang yang sudah sekali tidak setia, bisa saja melakukan kesalahan lagi. Ingat ketidaksetiaan bukanlah kekhilafan, karena pelakunya melakukannya dengan sadar. Jadi kita harus sebaik mungkin melakukan tindakan. Maafkanlah dan berilah kesempatan jika itu memang perlu karena alasan cinta. Tapi jangan sampai membiarkan hati kita tertindas dan sakit hati.

Namun Meskipun Begitu Tetap Utamakan Untuk Berprasangka Baik Kepada Orang Lain. Menolak Lupa Cukup Membuat Kita Tahu, Orang Tersebut Layak Kita Cintai Atau Dekati Atau Tidak

Bukan berarti hanya pernah disakiti lalu kita membencinya, karena bisa jadi yang dilakukannya menyelamatkan kita dari sesuatu yang berbahaya untuk kita. Oleh sebab itu tetaplah berbaik sangka kepada siapapun. Tapi pengalaman dengannya yang kita rasakan, yang ternyata menyakitkan, dapat menjadikan kita tahu apakah dia memang layak untuk kita cintai, dekati atau kita jadikan panutan. Dengan menolak lupa, kita dapat benar benar berhati hati dan menentukan siapakah yang terbaik dan yang paling tulus diantara banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...