Langsung ke konten utama

Kamu Adalah Pemeran Utama, Sedangkan Mereka Hanyalah Penonton Yang Pintar Menilai Tanpa Tahu Perjuanganmu

Jangan terlalu bersedih jika ada yang nyinyirin hidupmu, bersikap tak adil kepadamu dan menyakitimu. Karena mereka-orang orang itu- hanyalah penonton dalam hidupmu tak sebenarnya tahu apa yang terjadi, yang tak tahu kisah pedih yang kamu lewati, yang hanya menilaimu dari orang lain dan yang tak pernah tahu perjuangan hidupmu yang sebenarnya. Kamulah pemeran utama dalam hidupmu dan pemegang kunci kebahagiaan dan kesuksesanmu.

Pemeran Utama Tak Pernah Butuh Penonton, Apalagi Yang Suka Nyinyir. Dia Hanya Butuh Tuhan Sebagai Sutradara Dalam Hidupnya 

Sebagai penonton mereka hanya akan bertepuk tangan saat melihat kamu sukses, atau hanya bisik bisik di belakang jika kamu melakukan kesalahan dalam peranmu, menghinamu dan mengejekmu. Mereka tak lebih hanya seperti itu. Jadi buat apa kamu pusing pusing merepotkan diri dengan memikirkan mereka yang menghinamu. Biarlah saja, toh, saat kamu berhasil sukses nanti, merekapun yang awalnya mencibirmu akan terdecak kagum dan malu sendiri. Yang kamu butuhkan hanya Tuhanmu. Jadi stop mendengarkan ucapan mereka, dan lebih baik dengarkan perintah Tuhanmu.

Kalo Kamu Jadi Sukses Nanti, Yang Awalnya Menghinamu Akan Malu Sendiri, Bahkan Mengagumimu

Biarlah ada yang tak suka sama kamu, itu hak mereka dan bukan menjadi urusanmu. Tugasmu adalah terus membuktikan diri untuk menjadi yang terbaik, bahkan lebih baik dari mereka yang sedang menyakitimu. Sehingga saat kamu sukses nanti, dengan sendirinya mereka akan menyesal, malu sendiri dengan ucapannya, bahkan mungkin membencimu karena menjadi lebih baik dari mereka.

Karena Pemeran Utama Selalu Lebih Baik Daripada Figuran, Apalagi Hanya Penonton. Jadi Wajar Jika Ada Yang Iri Pada Hidupmu 

Kamu pemeran utama, so, kamu adalah yang terpenting dalam hidupmu. Jadi buat apa kamu cemburu pada figuran apalagi hanya pada penonton. Mereka bahkan tak seberapa mengenal dirimu, apalagi kamupun tak peduli dan mengenal mereka. Tapi yang harus kamu sadari bahwa semakin tinggi suatu pohon maka terpaan anginnya pun semakin besar. Wajar jika mereka membencimu dan ada yang tak menyukaimu karena kamu lebih baik dari mereka.

Jadi Jangan Pedulikan Penonton Yang Hanya Pintar Menilai Tanpa Tahu Hidupmu Dan Perjuanganmu. Biarlah Tuhan Yang Menunjukkan Semuanya Akhirnya Nanti 


Jika memang kamu di hina, cukup tutup telingamu, saat kamu melihat mereka membencimu tutup matamu. Arahkan dan fokuskan semua yang kamu miliki untuk menuju kesuksesanmu nanti. Karena pasti, Tuhan akhirnya menunjukkan yang terbaik dengan menjadikanmu sebagai yang terbaik. Mereka yang tak tahu apa apa soal hidupmu dan perjuanganmu, biarlah menerka nerka dan hanya menilai. Karena saat mereka sibuk mencibir, kamu sedang sibuk memperbaiki dirimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...