Langsung ke konten utama

Mungkin Aku Bisa Menyembunyikan Cemburuku Dengan Kata, Tapi Maaf, Aku Tak Bisa Menahannya Lewat Air Mata

Mungkin saat aku cemburu dihadapanmu, aku tetap masih bisa mengatakan bahwa aku baik baik saja, atau hanya memilih diam dan tak berselera. Tapi saat aku sendiri, ataupun dihadapanmu, Saat rasa cemburu itu mulai semakin menyesakkan hati, aku tidak bisa menahannya dan menumpahkannya dalam derai air mata. Meskipun aku tahu bahwa mungkin air mata itu belum tentu membuat hatiku benar benar tenang, tapi setidaknya itu bisa menjadi pelampiasan dan kemarahanku sendiri, karena menyimpan rasa cemburu itu terlalu dalam.

Mungkin Senyum Yang Aku Berikan Itu Adalah Kepalsuan, Karena Rasa Cemburu Itu Terasa Makin Menyesakkan

Aku tetap sebisa mungkin memberikan senyuman seindah yang aku bisa kepadamu, namun jujur saja, senyum itu mungkin hanyalah suatu kepalsuan yang aku berikan. Karena rasa cemburu dan sakit itu memang semakin menyesakkan.

Saat Aku Berkata Baik Baik Saja, Kamu Tahu Aku Tak Benar Benar Baik Saja, Karena Entah Kenapa Aku Tak Bisa Mengungkapkan Perasaan Cemburuku 

Meskipun aku begitu kesal dengan rasa cemburu itu, tapi saat kamu merasakan hal aneh dariku. Hanya satu kata yang akan aku katakan "aku baik baik saja", tapi meskipun kata itu yang keluar, aku harap kamu lebih peka dan mengerti diriku. bahwa aku sebenarnya tak sedang baik baik saja. dan sama sekali mulut rasanya terkunci dan malu untuk menyampaikan kata cemburu.

Aku Berusaha Keras Menghilangkan Segala Kecurigaan Dan Ketakutanku. Meskipun Sebenarnya Hatiku Bergetar Hebat 

Meskipun sudah secara jelas bahwa aku sedang cemburu dan menahan rasa kesalku kepadamu. Tapi aku berusaha keras untuk tidak berpikir negatif tentangmu, dan berusaha menahan kecurigaanku. Aku hanya takut kamu malu karena mengganggap aku terlalu posesif kepadamu. Atau merasa bahwa aku tidak percaya kepadamu. Namun, ketakutan itu memang benar benar ada dan hatiku sungguh bergetar hebat.

Namun, Saat Aku Sudah Tak Tahan Lagi Dengan Semua Itu, Air Mataku Pasti Akan Mengalir. Aku Menangis, Bahkan Saat Aku Berusaha Keras Untuk Menahannya 

Meskipun aku menyunggingkan sneyum, meskipun aku berkata bahwa aku baik baik saja, tapi seharusnya kamu tahu ada sedikit bulir bening yang menetes di mataku. Dan saat aku tak tahan lagi, aku lebih baik memilih pergi daripada harus menangis di depanmu. Aku sudah tak sanggup menahan rasa sakit dalam dadaku. Namun tetap tak mampu menyampaikan apapun kepadamu.

Jadi Sedikit Saja Pekalah Dan Mengertilah Akan Rasa Cemburuku. Kamu Tahu Aku Tak Mungkin Mengatakannya Langsung, Ataupun Menahannya 

Seharusnya sebagai seseorang yang sudah mengenalku dan menjalin hubungan denganku, kamu tahu bahwa sebenarnya aku tak sedang baik baik saja, meskipun sedang menyunggingkan senyuman kepadamu. Pekalah dan mengertilah bahwa aku tak mungkin mengungkapkan perasaan cemburuku. Sehingga aku hanya berusaha menghindar saat air mata itu tak bisa tertahankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...