Langsung ke konten utama

Percayalah, Mencintai Pasangan Orang Itu Menyedihkan, Selain Disebut Pelakor, Hidupnya Pun Tak Akan Pernah Berkah

Jatuh cinta memang tidak bisa dikendalikan akan jatuh pada siapa, tapi masih bisa dikontrol. apakah harus dilanjutkan atau lebih baik dilepaskan saja. Apalagi jika jatuh cintanya, pada pasangan orang lain, bukan hanya seumur hidup akan mendapatkan sebutan pelakor alias perebut pasangan orang lain, tapi juga hidup yang dijalaninya dijamin tidak akan bahagia apalagi berkah. Jadi sebelum syah berpisah, lebih baik jauh jauhkan diri untuk berpikir merebut pasangan orang lain, seindah apapun bayangan itu. Karena akhirnya kamu pasti akan berakhir dengan menyedihkan.

Gimana Hidupnya Bisa Berkah, Jika Dari Awal Sudah Mencuri Milik Orang Lain, Ingat Rezeki Yang Kamu Makan Dan Dapatkan Adalah Haram 

Yang namanya merebut alias mencuri, baik apapun itu, tidak akan membawa keberkahan dan otomatis tidak akan memberikan kebahagiaan dalam hidupmu. Bahkan apapun yang kamu dapatkan, kamu makan dan kamu hamburkan adalah barang yang haram, yang hanya akan menumpuk takaran dosa dosamu. Jadi jangan berharap dengan menjadi pelakor, kamu akan bahagia, justru kehidupan yang kamu jalani tidak akan berkah, malah justru membawa kesedihan.

Meskipun Kamu Sudah Menjadi Istri Syah Si Dia Yang Kamu Rebut, Sekali Pelakor Akan DiIngat Pelakor, Dan Pasti Mendapatkan Hukuman Sosial Dari Masyarakat 

Jangan berpikir, dengan sudah berhasil memisahkan suatu hubungan, lalu menjadi pasangan yang syah sekalipun dari dia yang kamu rebut, lalu status kamu akan berubah. Bahkan sebutan pelakor akan selalu lekat dalam dirimu, bahkan saat kamu sudah berusaha menjadi lebih baik. Anggap saja, itu adalah suatu karma buruk dari apa yang telah kamu lakukan. Percayalah, hukum sosial masyarakat yang selalu memandangmu sebagai seorang penggoda, akan selalu ada, bahkan saat kamu sudah menjadi istri syahnya.

Lebih Baik Menghindari Mencintai Pasangan Orang Lain, Jatuh Cinta Bukan Menjadi Alasan Kamu Untuk Merebutnya, Karena Cinta Yang Kamu Miliki Hanya Sekedar Nafsu Untuk Mendapatkannya, Bukan Cinta Sejati 

Hakikatnya, cinta yang sebenarnya adalah rela melepaskan orang yang dicintai untuk kebaikannya, juga kebaikan orang lain. Dia yang bisa melepaskan justru menunjukkan bahwa cintanya tak lebih adalah untuk kebahagiaan pasangannya semata. Dan jika memang melepaskan orang itu, bahkan meskipun sangat berat, untuk kebaikan dirimu sendiri, dirinya juga keluarganya, maka itulah yang harusnya kamu lakukan. Percayalah, saat kamu terlalu berhasrat untuk memilikinya, maka itu bukanlah cinta, tapi sekedar nafsu untuk memiliki.

Apalagi Dengan Merebut Pasangan Orang Lain, Sama Saja, Kamu Menunjukkan Bahwa Kamu Adalah Orang Murahan, Yang Tak Berhasil Mendapatkan Seseorang Yang Masih Single 

Jangan membuat dirimu sendiri dalam keadaan yang terhina, dengan membiarkan dirimu jatuh cinta pada pasangan orang lain. Bukalah matamu, bahwa masih banyak orang single yang lebih baik dari dia yang sudah punya pasangan, Selain itu kamupun akan terhindar dari sebutan orang murahan yang mudah jatuh cinta dan takut tidak mendapatkan cinta jika merebut pasangan orang lain. Buktikan bahwa kamu pantas mendapatkan dia yang terbaik, seseorang yang single yang siap menerimamu dan membahagiakanmu

Dan Jika Kamu Sudah Terlanjur Menjadi Pelakor, Segeralah Bertobat, Daripada Hidupmu Berakhir Dengan Menyedihkan Dan Tak Bahagia. Ingatlah Jika Dia Bisa Meninggalkan Pasangannya, Dia Pun Bisa Meninggalkan Kamu Sama Saja. 

Namanya manusia adalah tempat penuh kekhilafan, kesalahan dan dosa, sehingga wajar jika kita tak jarang terjebak dalam posisi pelakor sekalipun. Bahkan sangat sering pasangan orang lain itu yang brengsek, yang seakan membukakan jalan bagi kita, sehingga tak sadar bahwa kita sedang menyakiti orang lain. Jadi segeralah bertobat, saat kamu menyadari bahwa kamu melakukan kesalahan, segeralah minta maaf dan berhenti. Jangan sampai hidupmu berakhir menyedihkan dan tak bahagia. Dan satu hal pula yang harus kamu ingat saat kamu masih menjadi pelakor. dia yang tega meninggalkan pasangannya yang sudah menemaninya dalam susah dan senang, bisa kapan saja meninggalkanmu. karena pasangan yang tak setia, akan sulit pula untuk setia, meskipun pada orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...