Langsung ke konten utama

Cinta Memang Tak Selalu Berakhir Menyenangkan. Tapi Percayalah Kebahagiaan Pasti Hadir Untuk Yang Setia

Seringnya saat kita menemukan sebuah cinta yang awalnya begitu menyenangkan hati. Berjuang untuk mendapatkan dan meyakinkan hati bahwa mereka pantas untuk diri kita. Ternyata cinta itupun hanyalah satu dari cinta yang semu dan sesaat. Karena memang dari banyak orang yang menyatakan cinta. Hanya satu yang benar benar menjadi jodoh sejati. Jadi meskipun kita pernah sakit hati pada satu cinta, bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyakiti cinta yang lain. Tetaplah setia, tetaplah baik dan tetaplah bahagia. Karena kesetiaan dan kebaikan itu yang akhirnya akan mengantarkanmu pada kebahagiaan yang sebenarnya.



Kita Harus Sadar Bahwa Dari Banyaknya Cinta Yang Hadir Hanya Satu Yang Sejati, Sebagian Hanyalah Pembelajaran Hidup 

Kita dipertemukan oleh banyak orang setiap hari, dan dari setiap pertemuan itu kita akan mendapatkan banyak masalah dan pelajaran. Salah satunya adalah menemukan sebuah cinta. Entah itu semu atau tidak. Entah itu nyata atau tidak. Hanya Tuhan yang tahu. Yang kita tahu, kita hanya menjalaninya dengan baik. Setia dan seringnya malah disakiti dan dikhianati. Oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa cinta sejati itu pasti ada, tapi hanya satu dari banyaknya cinta yang semu.

Percayalah Tidak Ada Jodoh Tertukar. Semua Akan DiPersatukan Pada Waktunya. Jadi Jika Ada Yang Pergi 'Mungkin' Dia Bukan Jodohmu 

Kita dipertemukan oleh seseorang yang menurut kita begitu istimewa, dan terkadang tanpa kita sadari, kita sudah sangat berharap bahwa dia adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan, kita mulai memasukkan namanya dalam setiap doa dan bahkan mulai bermimpi merajut masa depannya. Namun ternyata semua impian itu musnah. Dia pergi, dia menyisakan luka dan pengkhianatan. Lalu kita mulai merasa bahwa hidup tak adil. Cinta sejati itu hanya cerita dongeng dan Tuhan tak sayang pada kita.

Tapi jika kita kembali renungkan, perpisahan itu tak selalu buruk dan menyedihkan. Mungkin saja jika kita dipersatukan dengannya, justru akan lebih banyak kesedihan yang kita rasakan. Atau mungkin saja, dia memang jodoh kita. Tapi menunggu hingga kita pantas untuk dipersatukan.

Sakit Hati Dan Pengkhianatan Bukan Alasan Kita Untuk Berhenti Menjadi Orang Baik Dan Setia

Tak semua orang brengsek. Percayalah banyak orang baik dan benar benar tulus kepadamu. Jadi hentikan untuk pukul rata -menyamakan orang yang menyakitimu dengan orang lain-. Kita harus tahu bahwa rasa sakit itu hadir, karena dengan rasa sakit itu, kita akan menemukan yang terbaik. Yang sebenarnya kita cari.

Lagipula Yang Menyakiti Sudah Ada Karmanya. Jadi Tak Perlu Bersedih Hati. Berbahagialah Dan Jangan Lebih Melukai Diri 

Mungkin saat kita terluka, kita merasa bahwa Tuhan tak adil atau tak sayang kita. Namun percayalah luka itu justru tanda Kasih Tuhan. Orang Tua tak pernah menyakiti anaknya, hanya belum memberikan apa yang diinginkan mereka, karena orang tua tau, itu akan buruk untuknya. Dan begitulah Tuhan yang Maha Pengasih Dan Penyayang. Jadi tak perlu kamu bersedih, ikhlaskan saja. Yakinlah bahwa saat kebahagiaan itu hadir dalam dirimu. Mereka yang menyakitimu akan menjemput karmanya sendiri.

Dan Selalu Tetap Jadi  Orang Baik, Tetap Jadi Orang Setia Dan Tetap Selalu Memantaskan Diri. Karena Kebahagiaan Sudah Pasti Jadi Akhir Dari Ceritamu

Sebuah kisah yang berakhir dengan happy ending, memang selalu dilalui dengan banyak kesakitan di awalnya. Bak berakit rakit dahulu berenang renang ketepian. Bersakit dahulu baru bahagia. Tapi akhir bahagia pasti dan hanya akan diperoleh oleh orang orang yang memuliakan dirinya dengan kebaikan. Menjadikan kesetiaan sebagai barang mahal dan prioritas utama dalam hubungan. Yang bisa menghargai dan mencintai pasangan setulus hati. Mereka pasti akan bahagia. Baik di dunia hingga disisi Tuhan nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...