Langsung ke konten utama

Pendidikan Harusnya Menjadikan Kamu Orang Sukses Bukannya Orang Ketiga

Katanya orang berpendidikan, katanya orang yang berilmu. Tapi kalau masih jadi orang ketiga, masih suka menganggu dan menghancurkan kehidupan orang lain. Lalu apa gunanya.

Seharusnya pendidikan yang kamu peroleh menjadikan kamu orang yang sukses, menjadikan kamu orang yang mengerti bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain dan menjaga sikap. Bukannya malah menjadi tukang tikung dan penghancur hubungan orang lain.


Orang Yang Berpendidikan Itu Tahu Tata Krama. Bahwa Tidak Boleh Masuk Hati Orang Lain Apalagi Ada Penghuninya.

Orang ketiga, tukang tikung itu sama halnya dengan pencuri yang main masuk rumah orang lain tanpa permisi dan mencuri barang yang berharga. Tapi orang yang berpendidikan adalah orang yang tau permisi dan bukan pencuri. Mereka tahu tata krama, kedisiplinan dan sopan santun. Unggah ungguhnya dalam berinteraksi dengan orang lain. Agar tidak ada yang tersakiti.

Orang Yang Berpendidikan Harusnya Menjadi Sosok Yang Mandiri. Mana Mau Mereka Mencuri Punya Orang Lain, Jika Bisa Mendapatkan Yang Lebih Baik Dengan Usaha Sendiri

Apa sih hebatnya orang ketiga alias perebut pasangan orang lain. Kemungkinan yang mereka incar adalah kekayaan dan harta karena memang lebih mudah mendapatkannya daripada berusaha sendiri. Tapi berbeda dengan orang yang berpendidikan, mereka diajari untuk bersikap mandiri. Bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Sehingga apa yang mereka hasilkan lebih baik karena berasal dari keringat sendiri.

Orang Yang Berpendidikan Harusnya Menjadi Orang Sukses Yang Dikejar Banyak Jomblo. Bukannya Mengejar Ngejar Yang Sudah Berpasangan.

Malu dong, udah bisa berdiri sendiri, udah bisa mandiri. Kok masih mau menerima bekas orang lain. Mending nyari yang single. Bahkan kalau perlu dikejar kejar orang yang single. Karena telah berhasil membuktikan diri. Dan menjadikan dirinya sebagai orang yang diidam idamkan oleh banyak orang.

Orang Yang Berpendidikan Itu Bukan Orang Bodoh Yang Mau Menerima Orang Yang Tidak Setia. Jika Dia Mau Meninggalkan Pasangannya. Sewaktu waktu Dia Juga Akan Meninggalkan Kamu Juga

Setia itu mahal, karena hubungan tanpa kesetiaan itu nonsense. Dan jika memang dia yang kamu miliki adalah orang setia. Maka dia pasti tidak akan meninggalkan pasangannya yang sudah menemani jatuh bangunnya. Dan orang yang berpendidikan mana mau memberikan hatinya dan memberikan hidupnya pada tipikal orang seperti itu. Mereka bukan orang bodoh yang mau saja diberikan kebahagiaan semu.

So, Kejarlah Ilmu Setinggi Langit Dan Jadilah Orang Yang Berpendidikan. Untuk Menjadi Orang Yang Sukses Bukannya Orang Ketiga

Tuntutlah ilmu setinggi mungkin, karena memang dalam hidup kita harus terus belajar. Baik ilmu dibangku sekolah maupun ilmu kehidupan. Dan jadikan itu semua sebagai bekal dan pengalaman untuk menggapai kesuksesan dalam hidup. Tapi jangan sampai kamu mempermalukan hidup dan pendidikanmu dengan menjadi orang ketiga. Percayalah kamu pasti menemukan kebahagiaanmu tanpa harus melukai siapapun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...