Langsung ke konten utama

Percayalah Maaf Itu Dekat Dengan Damai. Jadi Maafkanlah Meskipun Dia Tak Pantas Untuk Di Maafkan

Dengan memaafkan, mengikhlaskan, melupakan dendam, maka percayalah hati pun akan menjadi lebih damai dan tentram. Karena semua yang kita lakukan dari hati, dan kebencian hanya akan merusak hidup kita. Dan menjadikan kita sosok yang dijauhi. Jadi maafkanlah, ikhlaskanlah apa yang sudah terjadi dan yang menyakitimu. Pasti karma akan mengincar para pelakunya dan kamu akan bahagia.


Dengan Memaafkan Maka Hati Akan Menjadi Lebih Damai Dan Siap Menerima Hal Baru Yang Indah

Dengan memendam rasa benci, maka hidup yang kita jalani akan selalu gusar dan tidak tenang. Rasa untuk membalas sakit hati yang pernah kita terima, membuat hati kita dipenuhi dengan kebencian dan serasa tidak bisa bahagia sebelum yang menyakiti menerima pembalasannya. Jadi mana mungkin akan ada kedamaian yang menyelimuti hati. Mana mungkin ada cinta yang membahagiakan yang akan mampu kita rasakan saat hati dipenuhi dengan dendam.

Tak Lama, Tapi Rasa Benci Kita Akan Membuat Diri Kita Menjadi Sosok Yang Dijauhi Dan Hanya Dipandang Negatif Oleh Orang Lain

Teman Teman, sahabat, keluarga dan orang orang yang awalnya menyayangi dan mencintai kita. Yang awalnya juga turut merasakan kesedihan kita. Dan memberikan motivasi. Akhirnya akan menyerah dan memilih menjauhi kita, saat kebencian masih menggerogoti hati. Mereka akan merasa lelah, karena apapun usaha yang mereka lakukan untuk merendam kebencian itu hanyalah sia sia. Dan kita dianggap telah berubah menjadi sosok yang membawa aura negatif. Selain itu otomatis kebencian dalam hati akan secara tidak langsung merubah sikap kita, yang awalnya jumawa dan suka tersenyum, berubah menjadi selalu bertampang sedih dan marah.

Percayalah Karma Tahu Kapan Tepatnya Dia Muncul. Mungkin Saat Kita Sudah Bahagia Dan Melupakan Rasa Sakit Itu

Kebencian membuat kita berharap bahwa karma segera muncul dan membalas mereka yang sudah menyakiti kita. Namun saat kita masih belum bisa mengikhlaskan rasa sakit yang kita terima. Maka seakan karma itu belum ada dan semakin membuat kita resah. Padahal siapa tahu, bahwa sebenarnya Tuhan ingin kita bahagia dulu, melupakan rasa sakit dulu, bisa mengikhlaskan semuanya. Barulah karma itu akan datang padanya. Jadi seharusnya, kamu bisa move on dengan bahagia dan membiarkan karma membereskan sisanya.

Apalagi Maaf Itu Sangat Dekat Dengan Damai. Maafkanlah Bukan Untuk Orang Yang Tak Pantas DiMaafkan, Tapi Untuk Kedamaianmu Sendiri.

Maafkanlah hatimu, damaikanlah hatimu. Bukan untuk mereka yang pantas untuk dimaafkan, karena mereka memang tak akan pernah pantas menerima maaf darimu. Tapi untuk kedamaian hatimu sendiri. Untuk kebahagiaan dirimu sendiri. Kamu memaafkan mereka, agar kamu bisa menerima hal hal baru dan melupakan yang telal lalu, karena sadar bahwa kebahagiaan akan hadir saat kebencian itu hilang. Karena dendam hanya akan semakin menyakiti hatimu. Jadi maafkanlah karena maaf itu dekat dengan damai. Maaf itu akan membuatmu sadar bahwa masih banyak orang yang begitu peduli padamu.

Dan Biarkan Saja Mereka Yang Merasa Menang Karena Telah Menyakitimu. Percayalah Tuhanmu Adil Dan Pasti Memberikan Keadilan Padamu

Justru semakin kamu menunjukkan rasa bencimu pada apa yang telah mereka lakukan. Semakin kamu menyimpan dendam dalam hatimu. Maka mereka yang menyakitimu akan merasa berhasil karena telah membuatmu tersiksa baik secara lahir atau batin. Oleh sebab itu maafkanlah, dan buat mereka menyadari, bahwa apapun yang mereka lakukan. Usaha apapun untuk menyakitimu, tidak akan menjatuhkanmu dan membuatmu berhenti percaya bahwa Tuhan maha adil dan pasti memberikan keadilannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...