Langsung ke konten utama

Disini Aku Akan Belajar Merelakan Kamu Pergi, Dan Kuharap, Kamu Menemukan Kebahagiaan Yang Kamu Cari

Tidak mudah untuk mengikhlaskan dan merelakan, apalagi saat semua yang kita jalani terasa begitu manis, indah dan menyenangkan. seakan perpisahan itu hanyalah mimpi buruk yang ingin segera diakhiri di waktu pagi. Namun apalah daya, jika semua itu adalah sebuah kenyataan yang harus diterima, bahwa aku harus benar benar belajar untuk merelakanmu, belajar hidup tanpa melihatmu lagi dan belajar soal arti keikhlasan dan rasa sabar. Satu yang bisa kuharapkan adalah, kamu menemukan kebahagiaan yang kamu cari dan kesedihanku kehilanganmu tidak berubah menjadi kebencian yang menyakitkan.


Aku Akan Belajar Untuk Merelakan Dengan Tidak Membiarkan Rasa Sakit Itu Berubah Menjadi Kebencian

Ditinggalkan olehmu adalah hal yang menyakitkan, apalagi kepergianmu tanpa alasan yang jelas, mendadak dan menghancurkan semua harapan itu serasa membuat hidupku berhenti ditempat. Namun ketika semua itu adalah takdir yang mungkin harus aku lalui, maka aku harus belajar menerima dan menjalaninya. Aku akan berusaha untuk belajar merelakanmu dan menganggap ini semua adalah kisah yang memang harus aku lewati, dan sebisa mungkin akan kuhilangkan kebencian dalam hatiku, menghilangkan pikiran bahwa hidup ini tak adil buatku

Aku Akan Belajar Menerima Bahwa Kamu Mungkin Bukanlah Seseorang Yang DiTakdirkan Untukku

Pertemuan dan menjalani hubungan denganmu seakan memberi tahuku bahwa kamu adalah seseorang yang ditakdirkan untukku, kamu adalah akhir dari pencarianku dalam masalah hubungan. Kamu adalah seseorang yang menjemputku dalam kesendirian dan menemaniku dalam setiap langkah menuju masa depan. Namun setelah kepergianmu, aku menyadari bahwa ternyata itu bukan kamu. Itu hanyalah harapan yang aku ciptakan sendirian, dan sekarang aku harus belajar meyakinkan hatiku bahwa kamu mungkin bukan yang ditakdirkan untukku.

Aku Akan Belajar Mengikhlaskan Kamu Disini, Dan Menatap Dirimu Melangkah Pergi 

Sekarang aku masih disini, masih menangis ditempat kamu meninggalkanku, masih berharap -mungkin- kamu kembali dan berbalik melihatku. Masih menatap punggungmu yang semakin lama semakin menghilang. Aku akan belajar mengikhlaskanmu masih disini, ditempat kamu pergi, meyakinkanku bahwa kamu tak mungkin kembali. kamu bukan lagi orang yang sama, yang ku kenal beberapa saat yang lalu.

Dan Kuharap, Dengan Mengikhlaskanmu Kamu Akan Menemukan Kebahagiaan Yang Kamu Cari Begitupun Dengan Diriku 

Pasti ada alasannya, alasan yang membuatmu pergi dariku, mungkin salah satunya adalah kamu tak merasa bahagia denganku atau aku terlalu membosankan untukmu. Dan kuharap dengan kepergianmu itu, kamu akan menemukan apa yang kamu cari, mendapatkan kebahagiaan yang seperti kamu harapkan. Aku pun juga akan menemukan seseorang yang benar benar mencariku dan membahagiakanku.

Dan Semoga Yang Pernah Kita Lewati Bersama, Menjadi Pelajaran Untuk Menjadi Lebih Dewasa Dan Lebih Bahagia Dengan Hubungan Yang Baru 

Apapun yang sudah terjadi dan terlewati, maafkan aku, jika ternyata aku terlalu sering membuatmu kecewa. Kuharap aku bukan menjadi salah satu titik hitam yang membuatmu susah. Biarlah semua itu menjadi kenangan yang mungkin hanya kita berdua yang tahu. Belajar dari keegoisan yang pernah kita lalui, untuk memulai hubungan baru yang lebih baik dan lebih bahagia dengan orang lain. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...