Langsung ke konten utama

Jadikan Setiap Kekecewaan Dan Perpisahan Sebagai Hikmah, Karena Tidak Pernah Jadi Sia Sia Saat Allah Yang Mempertemukan


Sakit memang, kecewa pasti, namun bukan berarti tidak ada dari perpisahan itu suatu pelajaran yang berharga yang dapat kita ambil hikmah dan pelajarannya. Apalagi jika memang seperti itulah jalan takdir yang Digariskan dalam hidup kita yang tidak mungkin kita tolak. Jadi sesakit apapun tetap belajar untuk mengambil sisi positifnya.

Karena Perpisahan Mengajari Kita Bahwa Memang Tidak Ada Yang Benar Benar Kita Harapkan Dan Sandarkan Selain Allah SWT

Saat kita menjalin hubungan dan komitmen dengan seseorang, secara tidak langsung kita juga mulai menggantungkan banyak harapan kepadanya. Harapan untuk hidup lebih bahagia, lebih baik, lebih damai, atau bisa juga lebih sukses dari sebelumnya. Hingga terkadang harapan itu tergantung sangat tinggi hingga kita melupakan segalanya termasuk Sang Khaliq.
Sampai ketika kekecewaan dan perpisahan itu hadir. barulah kita menyadari bahwa hanya Allah lah tempat kita berharap dan menggantungkan hidup.

Sesakit Apapun Kekecewaan, Percayalah, Kita Tak Akan Pernah Jadi Kuat Tanpa Rasa Sakit 

Meskipun miris, tapi jujur saja kita tak akan pernah jadi dewasa, jadi lebih baik, lebih kuat tanpa adanya masalah, kecwa atau rasa sakit. Kita selamanya akan terjebak dalam nostalgia kenyamama sebelum semua sakit dan kecewa itu hadir. kita pun akan selalu menggantungkan diri pada orang lain, tanpa menyadari bahwa kita bisa mandiri dan bahagia.
Jadi meskipun rasa sakit itu menyiksa, jujur saja kita memang membutuhkannya.

Tak Pernah Ada Yang Sia Sia Dari Setiap Pertemuan, Meskipun Yang Berakhir Menyakitkan. Mungkin Ada Pengetahuan Baru Yang Bisa Jadi Bekal Untuk Melangkah Dalam Hubungan Dan Hidup Selanjutnya

Allah mempertemukan kita dengan seseorang selalu dengan banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita jadikan pedoman hidup. Saat menjalin hubungan bersamanya, banyak kesalahan, keegoisan dan pertengkaran yang bisa jadi berasal dari kesalahan kita sendiri. Dan untuk hubungan selanjutnya kita berusaha memperbaikinya dan membenahinya agar tidak terulang kembali. Saat bersama dengan pasangan kita, dia memperkenalkan kita pada hal hal baru yang lebih menarik dan siapa tahu, adalah jalan kesuksesan kita di masa mendatang, baik bersamanya ataupun tidak.

Jangan Pernah Patah Semangat Dan Membiarkan Kekecewaan Itu Menguasai Hati Kita. Percayalah Pertemuan Indah Selalu Allah Persiapkan Akhirnya

"Semua akan indah pada waktunya", di waktu saat kita memang telah pantas mendapatkannya. Di waktu saat kita benar benar mau belajar dari hubungan masa lalu dan memperbaiki diri. Jadi meskipun lagi lagi ada kekecewaan yang hadir di hati, perpisahan yang menyakitkan. Jangan pernah membiarkan hatimu lebih terluka dengan putus asa. Tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan Percayalah Allah telah menyiapkan yang terbaik di akhir penantianmu nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...