Langsung ke konten utama

MAAF, Untuk Luka Yang Kamu Torehkan, Mungkin Sudah Aku Maafkan. Tapi Tak Bisa Aku Lupakan.



“jadi jangan pernah kembali, karena luka itu membuatku menyadari, bahwa kamu tak lagi seindah dulu”

Untukmu seseorang yang pernah meninggalkan luka dimasa laluku, jujur aku sudah memaafkan segala luka yang kamu torehkan, aku sudah pasrah dan menyerahkan segalanya pada Tuhanku. Yang kutahu dan kusadari mungkin kamu hanyalah salah satu yang hadir untuk memberiku pelajaran lewat rasa luka yang menyakitkan. Untuk membuatku bangkit dan lebih kuat untuk menghadapi ujian lainnya. Dan untuk pembalasan apapun yang kamu terima, nyatanya aku tak lagi peduli, biar saja Tuhan yang Maha Adil yang akan merencanakan semuanya.

Namun meskipun, luka itu tak lagi menyayat seperti dulu, tapi maaf, semua hal yang telah kamu lakukan sangat sulit untuk aku lupakan, seakan itu semua menjadi trauma sendiri dalam hidupku, dan pedoman untukku untuk jangan sampai salah dalam melangkah dan masuk dalam lubang yang sama. Jadi dengan sangat, kumohon jangan pernah kembali dan mengorek luka lama. Karena kamu sudah tak lagi sama nilainya seperti saat aku mengenalmu dulu.

Seiring Dengan Waktu, Luka Itu Tak Lagi Menyiksa Dan Maaf Membawa Kedamaian

Aku menyadari bahwa apapun yang terjadi memang harus terjadi dan mungkin itu sudah menjadi rencana Tuhan dalam hidupku. Sehingga meskipun awalnya rasa sakit itu membuat benci dan dendam menumpuk dalam hati, aku berusaha keras untuk menepisnya. Yang kuinginkan sekarang tak lebih hanya rasa damai dan bahagia dari kasih sayang dan cinta tulus lain yang aku dapatkan., sehingga aku berusaha memaafkan hatiku sendiri dan dirimu sesulit apapun itu. Aku sadar bahwa kedamaian dan kebahagiaan yang aku harapkan, tak mungkin kudapatkan jika hatiku masih dipenuhi dengan dendam dan rasa sakit yang kamu torehkan, sehingga lewat bantuan sang waktu. Aku berhasil memaafkan diriku sendiri, mengikhlaskan semua yang terjadi , tersenyum  dan mensyukuri jalan hidupku kembali.

Namun, Memaafkan Bukan Berarti Aku Melupakan, Justru Rasa Sakit Darimu Kubuat Pelajaran Berharga Agar Tak Lagi Terluka Karena Hal Yang Sama

Dengan rasa sakit itu, aku menjadi lebih kuat. Dengan segala kekurangan yang kamu sampaikan kepadaku, membuatku semakin berbenah diri dan menjadi lebih baik.  Aku berusaha menjadikan rasa sakit yang kamu tinggalkan sebagai pedoman dan pelajaran berharga untuk langkahku selanjutnya. Agar aku tak lagi terjebak dalam rasa sakit dan berhati hati dalam mengambil keputusan. Rasa sakit itu pula, yang membuatku lebih dekat dengan Tuhan dan lebih banyak menginstropeksi diri sendiri. Sehingga semua yang kamu lakukan sama sekali tak bisa aku lupakan. Mungkin, jika aku sampai melupakannya, kenangan itu hanya tertutupi oleh rasa bahagia dan pengalaman lainnya dalam hidupku.

Jadi Kuharap Cukup Sekian Kisah Kita Berakhir, Karena Kehadiranmu Nanti Hanya Akan Menimbulkan Rasa Sakit Itu Kembali

Kamu tahu luka yang kamu berikan bukan hanya luka biasa yang bisa diobati dengan berbagai macam obat. Justru luka yang tak berdarah itu, bahkan sempat membuatku berada di titik terendah dalam hidupku, membuatku kehilangan semangat hidup dan topangan untuk melangkah. Sampai Tuhan mengulurkan kasih sayangNya lewat tangan orang lain untuk menyelamatkanku dari keputus asaan tersulit dalam hidupku dan mengembalikan senyumku yang sempat hilang. Sehingga jika bisa, pastikan memang kisah kita telah berakhir. Lebih baik untuk tidak saling bertemu kembali. Dan memang jika Tuhan ternyata merencanakan hal lain, lebih baik anggap saja aku orang asing seperti pula aku akan menganggapmu orang asing, layaknya kita tak pernah berjumpa dikehidupan yang telah lalu.

Karena Bagiku Kamu Hanyalah Seseorang Yang Brengsek Yang Tak Lagi Layak Mendapatkan Kesempatan Kedua dan Kepercayaanku Lagi

Sebaik apapun aku berusaha memaafkan dan mengikhlaskan kesalahanmu, aku tetap manusia biasa yang rapuh dan mudah jatuh dalam kebencian, dendam dan sakit hati. Bagiku semua rasa sakit itu telah menyadarkan dan membuka mataku yang selama ini tertutup pesonamu, bahwa kamu tak lebih dari seseorang yang brengsek yang tak pantas mendapatkan kesempatan dan kepercayaanku lagi. Jadi lebih baik tak usah kembali, salurkan saja kebrengsekanmu pada orang lain, karena aku tak akan lagi memberikan kepercayaan yang sama. Bagiku kamu sudah tak lagi seindah yang dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...