Langsung ke konten utama

Aku Juga Pernah Kecewa Karena Terlalu Berharap, Tapi Disitulah Pelajaran Berharga Untukku

Kamu yang saat ini tengah mengeluh akan kekecewaanmu, sungguh aku juga pernah diposisimu, dimana sangat berharap dan percaya, tapi pada akhirnya harus sakit dengan harapan-harapan yang terlampau besar.

Aku juga pernah juga kecewa karena terllau berharap kepada manusia, seseorang yang sudah aku snagat percayai, dan apakah aku marah? jelas, taoi disitulah pelaran paling berharga untukku.

Pernah Aku Sangat Percaya, Sehingga Berharapku Kepada Manusia Lebih Besar Dari Berharapku Pada-Nya


Iya, pernah aku sangat percaya dan berharap kepada dia seseorang yang aku anggap sudah baik, sehingga berharapku kepadanya snagat besar, bahkan lebih besar dari berharapku kepada-Nya.

Lalu aku pun menyesal karena tindakanku yang demikian itu membuatku sedih, sebab menghantarkanku pada renyuh hati yang snagat mendalam.

Aku Kecewa Besar Dengan Apa yang Aku Dapatkan Setelahnya, Tapi Perlahan Aku Paham Bahwa Semua Salahku


Aku sangat kecewa, aku kecedwa besar dengan apa yang aku dapatkan setelahnya, tapi perlahan aku paham bahwa semua memnag salahku, karena tidak bisa mengendalikan hati untuk tetap bijaksana.

Aku Sadar Bahwa Apa yang Aku Lakukan Ternyata Salah, Begitu Berharap Ingin Menjadi Satu Dengannya Tanpa Tapi


Awalnya aku begitu menyalahkan keadaan, tapi perlahan aku sadar bahwa apa yang terjadi kepadamu memang aku yang salah, sebab sudah begitu berharap ingin menjadi satu dengannya tanpa tapi.

Aku seakan-akan memaksa Allah untuk menjadikan dia satu-satunya ang terbaik, sayangnya saat Allah berkata “tidak” disitulah aku merasa sangat sakit.

Aku Sadar Bahwa Apa yang Aku Lakukan Ternyata Salah, Selalu Menganggap Dia Satu-satunya yang Terbaik


Namun aku sadar kembali, bahwa apa yang aku lakukan ternyata salah, apa yang aku lakukan ternyata menjerumuskan aku pada sakit yang luar biasa, karena sellau menganggap dia satu-satunya yang terbaik, seakan lupa bahwa keputusan sesungguhnya di tangan Allah.

Aku Lupa Bahwa yang Aku Kehendaki Belum Tentu Allah Kehendaki, Sehingga Disitulah Aku Belajar Untuk Tidak Lagi Berharap Lebih Pada Manusia


Aku lupa bahwa yang aku kehendaki itu belum tentu Allah kehendaki, Aku lupa bahwa yang aku ingini itu belum tentu Allah ingini, sehingga disitulah aku belajar dan benar-benar belajar untuk tidak lagi berharap lebih pada manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...