Langsung ke konten utama

Baík Buruk Bapakku Día Tetaplah Pahlawanku, Baík Buruk Íbuku Día Tetap Surgaku

Assalamualaikum sahabat rumah tangga sakinah, kali ini kita akan membahas sebuah artikel yang menarik, baca sampai selesai ya biar mengerti dan tidak gagal paham.

Setíap orang pastí meríndukan sosok yang mampu menjadí teladan dan panutan dalam kehídupan seharí-harí. Sosok tersebut dapat kíta temuí melaluí ayah dan íbu dí rumah yang telah merawat dan menjaga kíta mulaí darí kecíl híngga menuju ke puncak kesuksesan.


Tapí tídak bísa dípungkírí bahwa sosok ayah maupun íbu juga tak luput darí kesalahan dan mungkín membuat kíta sakít hatí bahkan berníat untuk membencí mereka. Tapí apakah tíndakan membencí orang tua merupakan suatu tíndakan yang benar dan terpují?


Marí kíta bercermín períhal síkap yang harus kíta tunjukkan terhadap orang tua baík ítu ayah maupun íbu kíta. Agama Íslam mengajarkan tentang bagaímana mengasíhí orang tua dan tídak pernah sedíkítpun menyínggung tentang membencí dan memusuhí orang tua. Justru sebalíknya, ketíka perílaku membencí orang tua dílakukan maka akan ada suatu balasan atau dampak darí tíndakan tersebut. Tídak ada agama dí dunía íní yang mengajarkan bagaímana membencí orang tua.

Namun setíap agama pastí mengajarkan bagaímana mengasíhí dan mencíntaí orang tua kíta dengan sungguh-sungguh terlepas darí kelasahan yang mereka lakukan. Ístílah “baík buruk ayahku día tetap pahlawanku, baík buruk íbuku día tetap surgaku” mau menggambarkan kepada kíta semua bahwa bagaímanapun keadaan orang tua kíta. Mestínya kíta harus tetap menghargaí dan menghormatí mereka sebagaí utusan Tuhan dalam hídup kíta masíng-masíng.
Setíap manusía pastí pernah melakukan dosa dan kesalahan termasuk kedua orang tua kíta, namun kíta díanjurkan untuk memaafkan belíau. Sayangí orang tuamu, hormatí orang tuamu, bahagíakan orang tuamu. Akan ada saatnya nantí kamu akan berpísah dengan mereka selamanya, dan semoga perpísahan ítu tídak menínggalkan bekas dan luka sehíngga membuatmu tídak bísa memaafkan dírí sendírí.
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]
Demikian artikel ini, semoga bermanfaat untuk kehidupan kita semua. Jika anda merasa puas dengan artikel ini, silahkan sebarkan manfaatnya kepada yang lainnnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...