Langsung ke konten utama

Banyak Orang yang Terlalu Pintar Menilai Orang Lain, Hingga Bodoh Menilai Diri Sendiri


Sering kita mendengar orang yang berkata “Ah, ngomong doang memang mudah” ketika melihat orang yang selalu sok asyik menilai kesalahan dan keburukan orang lain, tapi kekurangan diri sendirinyapun dilupakan,

Sebab itulah mengapa dikatakan banyak orang yang pintar menilai orang lain dai ujung kaki sampai ujung rambut tak terlewatkan, hingga akhirnya dia bodoh menilai dirinya sendiri. Na’udzubillah.

Semoga saja kita bukan orang yang demikian, semoga Allah selalu menyadarkan hati kita untuk lebih fokus pada kekurangan diri sendiri, agar sampai kapanpun kita tak pernah ada kesempatan untuk mencari celah pada orang lain.

Tak Sedikit Orang Yang Pandai Menilai Keburukan Orang Lain, Hingga Keburukan Sendiri Dilupakan

Karena tdak sedikit dari kita yang kadang sangat pandai menilai keburukan orang lain, sehingga keburukan diri sendiri dilupakan

Banyak diantara kita yang sengaja berkomentar ini dan itu kepada kehidupan orang lain, padahal kehidupannya sendiri memang lagi berantakan.

Tak Sedikit Orang Yang Pandai Menela’ah Kekurangan Orang Lain, Hingga Kekurangan Diri Sendiripun Tak Dapat Ia Sadari.
Tidak sedikit orang yang pandai menela’ah kekurangan orang lain, hingga kekurangan diri sendiripun tak dapat ia sadari. Apa faktornya?

Yaitu karena didalam hatinya tidak ada sekali sifat untuk merendah, sebab itulah mengapa dia gemar sekali merasa sok benar dan sempurna.

Padahal, Yang Baik Itu Lebih Sibuklah Menilai Diri Sendiri, Agar Tak Ada Kesempatan Untuk Menilai Kekurangan Orang Lain

Padahal, bila ingin hidup kita selalu dalam kebaikan-Nya, maka lebih sibuklah menilai diri sendiri dengan penuh kesadaran, agar sampai kapanpun kita tak ada kesempatan untuk menilai kekurangan orang lain, dan hanya fokus pada kekurangan diri sendiri.

Lebih Baik Menundukkan Hati Dengan Menyadari Banyak Kekurangan, Daripada Sok Bijak Dengan Terus Menelik Kesalahan Yang Orang Lain Lakukan

Karena memang lebih baik menundukkan hati dengan menyadari banyak kekurangan, daripada sok bijak dengan terus menelik kesalahan yang orang lain lakukan.

Sebab sifat sok bijak dan gemar mengomentari kesalahan orang lain, hanya akan membuat diri sendiri lupa bahwa sebenarnya kitapun butuh yang namanya perbaikan.

Karena Semakin Kita Merasa Sempurna, Maka Sungguh Akan Semakin Nampak Kekurangan Yang Ada Pada Orang Lain

Jadi, jagalah hati untuk tak gampang merasa sempurna, karena semakin kita merasa sempurna, maka sungguh akan semakin nampak kekurangan yang ada pada orang lain.

Sehingga, kesempatan untuk menilai dan menvonis akan selalu ada untuk kita, dan bila telah demikian maka kitapun akan bodoh untuk melakukan perbaikan diri agar menjadi lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...