Langsung ke konten utama

Banyak Suami Mudah Memuji Kecantikan Perempuan Lain Tapi Jarang Memuji Pengorbanan Istrinya Dalam Merawat Dirinya


Kadang suka bingung melihat banyak laki-laki yang sudah punya istri dan anak namun masih suka ‘nakal’ melihat perempuan lebih ‘bening’. Parahnya lagi ada yang rela meninggalkan keluarganya demi yang baru. Mengapa mereka mudah terpikat pada keceantikan wanita lain diluar sana tapi mengapa mereka tidak menjadi luluh melihat kebaikan-kebaikan istrinya.
Banyak Suami Mudah Memuji Kecantikan Perempuan Lain Tapi Jarang Memuji Pengorbanan Istrinya Dalam Merawat Dirinya
Tidak sulit menemukan laki-laki sudah punya istri tapi masih gampang banget memberi pujian pada wanita lain, tapi hampir tak pernah memuji istrinya sendiri. Padahal bentuk fisik istrinya sedikit banyak berubah menjadi kurang baik sebab merawat dirinya, demi membuat dirinya nyaman dan terlihat lebih terawat hingga istrinya lupa atau tidak sempat merawat dirinya.
Mereka Gampang Memberi Pujian Pada Wanita Cantik Yang Dilihatnya Namun Lupa Memuji Istrinya Yang Bisa Melakukan Banyak Hal
Mereka gampang memuji kecantikan wanita lain yang sebenarnya kecantikan itu sesuatu yang biasa saja, semua orang bisa asal perawatan. Mereka lupa memuji istrinya yang bisa melakukan banyak hal, yang sesungguhnya itu luar biasa karena melelahkan dan sulit. Mereka lupa bahwa tak semua wanita bisa seperti istrinya, dapat menjadi seperti pembantu, tukang cuci, tukang masak, merawat dirinya dan anak-anaknyanya kalau lagi sakit dan hal-hal lainnya secara bergantian tanpa henti.
Mereka Lebih Mudah Tertarik Pada Tubuh Molek Wanita Lain Ketimbang Kagum Pada Tubuh Istrinya Yang Harus Bisa Melakukan Banyak Hal
Banyak suami lebih gampang kagum pada kemolekan tubuh wanita lain, tubuh wanita yang tetap terjaga karena lebih banyak perawatannya dan karena masih muda, Padahal setiap hari dia bisa melihat tubuh istrinya yang jauh lebih luar biasa melebihi sekedar molek, ya tubuh yang tetap harus bisa melakukan banyak hal meski sebenarnya sedang sakit dan lemah tapi tetap dipaksa untuk melakukan kewajibannya.
Hati Mereka Mudah Tertarik Pada Yang Lebih Cantik Tapi Mengapa Hatinya Tidak Tersentuh Pada Kebaikan Istrinya
Entah mengapa hati mereka lebih mudah tersentuh pada sesuatu yang sebenarnya mendekatkan diri mereka pada dosa, pada sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa saja. Herannya hati mereka sedikitpun tak tersentuh pada kebaikan-kebaikan istrinya. Padahal kebaikan-kebaikan istrinya merupakan sesuatu yang bernilai pahala.
Alangkah Meruginya Laki-Laki Yang Tidak Bisa Melihat Kebaikan Istrinya, Hatinya Jauh Dari Rasa Syukur Kepada Allah
Betapa meruginya para suami yang tidak bisa melihat kebaikan istrinya, karena itu menjadi pertanda bahwa mereka kurang bersyukur pada nikmat Allah. Selain itu tidak bisa melihat kebaikan istrinya sendiri adalah tanda bahwa lemahnya iman mereka, dan tanda bahwa mereka lebih mengedepankan hawa nafsunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...