Langsung ke konten utama

Berbuat Baiklah Pada Tetangga, sebab Mereka Penyelamat Terdekat Kita

Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.


...

Oleh: Siska - Depok

Seminggu setelah menikah, aku langsung diboyong pria yang telah menjadi suamiku pergi merantau ke ibu kota. Awalnya tidak mudah bagiku menyesuaikan diri di tempat baru dan orang-orang baru karena kepribadianku yang introver. Untungnya kami tinggal di kawasan kampung Betawi di mana masyarakatnya terkenal baik hati dan ramah pada para perantau.

Suamiku juga selalu berpesan, agar selalu berbuat baik dan menjaga silaturahmi dengan tetangga, karena di rantau ini kami tidak ada keluarga dekat, maka merekalah yang dianggap sebagai keluarga kami. Suamiku berkata benar, ada banyak peristiwa sulit yang aku alami di mana para tetanggaku berperan sebagai penyelamat.

Setelah anak pertamaku lahir, kami kesulitan mencari baby sitter yang bisa dipercaya untuk menjaga bayi kami, padahal waktu cuti melahirkanku akan segera habis. Kami sudah mencari ke mana-mana tetapi masih belum ada yang cocok. Mencari baby sitter memang lebih sulit dibandingkan ART karena tentunya baby sitter harus orang yang telaten menjaga anak dan bisa dipercaya ketika ditinggal berdua saja dengan anak.

Tetangga Menjadi Penyelamat

Di saat kami hampir putus asa dengan sisa cuti melahirkan yang tinggal menghitung hari, tetangga sebelah rumah menawarkan diri untuk membantu. Beliau memang ibu rumah tangga dan kedua anaknya sudah bersekolah, jadi memiliki waktu luang hingga menjelang sore. Suamiku yang sudah tinggal di kawasan kampung Betawi ini sejak kuliah dulu tentunya sudah mengenal baik beliau. Beliau memang sudah terkenal baik dan menyukai anak-anak serta sabar ketika berhadapan dengan anak-anak. Aku pun setuju. Pada saat itu aku benar-benar bersyukur dan merasa beliau adalah seorang penyelamat.

Di lain waktu, aku dibuat panik dan bingung ketika anak keduaku tiba-tiba demam tinggi. Saat itu aku di rumah hanya bersama anak-anak karena kebetulan suami sedang dinas di luar kota. Aku ingin segera ke rumah sakit tapi hari sudah malam dan tidak ada kendaraan. Di tengah kepanikanku, tetangga depan rumah datang menghampiri mungkin karena mendengar suara ribut-ribut di rumah. Singkat cerita, tetanggaku menawarkan untuk mengantar ke RS terdekat. Alhamdulillah, si adek segera cepat ditangani meskipun diharuskan dirawat di RS. Selama beberapa hari di RS, para tetangga sangat banyak membantuku. Mulai dari membawakan barang-barang kebutuhan menginap di RS hingga menjenguk dan menemaniku di RS sampai suamiku kembali dari tugas dinasnya.

Ini hanya sedikit cerita dari my neighbors are my heroes. Ada banyak lagi kejadian di mana aku merasa terselamatkan oleh kebaikan tetangga. Sungguh pun kami hidup di rantau tanpa keluarga kandung, tetangga-tetanggaku ini sudah layaknya seperti keluarga sendiri. Ingatlah selalu untuk berbuat baik dan saling bantu dengan tetangga, karena merekalah penyelamat yang paling dekat dan paling cepat untuk membantu di saat sulit.

Sumber: fimela

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...