Langsung ke konten utama

Curiga Suami Sering Pindah Tidur, Saat Terbangun Jam 4 Wanita Ini Syok Lihat Suaminya Tega Lakukan Ini

Rumah tangga pondasi awalnya adalah kepercayaan. Jika tak ada kepercayaan, habislah cinta, sayang apalagi setia. Kadangkala, apa yang terlihat baik ternyata menyimpan rahasia mengerikan di baliknya.






Pun, apa yang terlihat buruk sering kali malah begitu tulus di baliknya. Namun, kisah berikut ini yang dilansir dari The Reporter, mengajarkan agar tak terlalu percaya bahkan dengan saudara sendiri. Seperti yang dialami oleh seorang istri di Malaysia ini.

Si istri awalnya kenal dengan suaminya dari Facebook. Setelah berteman selama 7 bulan di dunia maya, akhirnya mereka menikah. Berikut kisahnya:

Selama 3 tahun menikah, kami dikaruniai seorang anak perempuan. Oh ya, saya ingin cerita tentang ibu mertua yang menikah dengan seorang duda 5 anak tahun lalu.



Duda atau ayah tiri suami saya memiliki anak perempuan yang usia dibawah suami.  Sementara ibu mertua saya, membawa dua anak satu laki-laki suami saya dan satu perempuan.

Setelah menikah kami tinggal bersama yang artinya saya dan suami, mertua dan suaminya dan dua orang adik suami kandung juga adik tiri.

3 tahun menikah awalnya kehidupan rumah tangga kami baik-baik saja. Suami memang terlihat begitu akrab dengan adik-adiknya.

Saya suka melihat itu, ternyata suami orang yang penyayang dan peduli dengan keluarga. Hingga akhirnya, kini saya merasa ada yang aneh dengan sikap suami.

Ia sering
kali pulang kerja malam hari, sekitar pukul 10 hingga 11 malam. Tapi setiap kali pulang malam, suami tak berani membuka kamar dan memilih tidur di sofa.

Sebagai istri saya merasa tak enak hati, tapi saya juga bangga rupanya suami saya benar-benar mencintai saya dengan tak mau mengganggu tidur.

Kejadian ini sering kali berulang. Pernah suatu malam, suami tak pulang semalaman. Saya khawatir ada apa-apa dijalan dan saya coba mencarinya. Saya telpon tak ada jawaban, saya sms juga tak dibalas. Suatu waktu, saya beranikan diri keluar mencari suami yang tak pulang.

Saya menelpon teman-temannya. Mereka bilang suami saya sudah pulang. Benar saja, akhirnya saya menemukan dia sedang menemani adik tirinya yang kebetulan berada di luar rumah.

Suami beralasan handphonenya habis batre dan ia terpaksa menemani adik tirinya karena itu merupakan acara pesta usai wisuda.

Saya percaya dan kehidupan kami berjalan normal kembali. Tapi suatu waktu, pukul 4 dini hari saya terbangun dan saya lihat suami tak ada ditempat tidur.

Pikir saya ia pasti tidur di sofa. Kebetulan anak saya terbangun dan saya gendong ia keluar untuk melihat suami. Tapi tak disangka di sofa tak ada suami, saya lihat garasi ada mobilnya terparkir.



Saya coba menelpon handphonenya dan ada suara sayup-sayup terdengar dari dalam kamar. Dan kamar itu adalah kamar adik tiri suami saya.

Mau pecah kepala saya. Saya kembali keluar dan kebetulan ibu mertua saya bangun dan mencoba membantu. Saya masuk rumah itu dan melihat sepatu dia dan kamar dalam keadaan terkunci.

Setelah diketuk pintu kamar tapi tak ada yang menjawab tapi ada suara kipas angin. Tak lama kemudian terdengar ada orang terjun dari balkon, tapi pintu kamar masih tertutup.

Ibu mertua datang dan kami sama-sama menendang pintu kamar tersebut. Saya sangat terkejut sebab adik tiri suami saya berada dalam kamar itu.

Waktu menendang pintu kamar, ibu mertua memanggil nama anak tirinya sebab dia sendiri curiga putranya ada hubungan dengan putri suaminya itu.

Sumber: wuwuntrend.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...