Langsung ke konten utama

DARI PADA HIDUP BANYAK GAYA MENDING MEMPERBANYAK ISTIGHFAR AGAR BANYAK PAHALA

Hidup itu akan semakin ribet dan susah kalau kita semakin banyak gaya, dan akan semakin membuat kita tidak sadar diri pada kenyataan hidup sendiri. Alangkah jauh lebih baik kalau kita memilih hidup sederhana dan banyak Istighfar, ketimabang banyak gaya. Iya kalau memang dasarnya kaya tapi kalau cuma banyak gaya yang ada hanya akan membuat kita sombong.

Semakin Kamu Hidup Banyak Gaya Akan Semakin Ribet Dan Melarat Hidupmu, Maka Bergayalah Sesuai Kemampuanmu


Percayalah bahwa semakin seseorang itu hidup banyak gaya, padahal hidupnya pas-pasan, maka akan semakin melarat hidupnya.

Hidup banyak gaya itu akan membuat kita kehilangan jati diri sendiri, haus akan pujian dan akan semakin mudah merasa iri pada orang yang hidupnya lebih mampu.

Hidup Banyak Gaya Tak Akan Membuatmu Kaya, Justru Akan Mengundang Gunjingan Orang Lain Pada Hidupmu


Hidup banyak gaya itu gak banyak untungnya, tidak akan membuatmu menjadi kaya seperti yang kamu perankan dan tidak akan membuatmu semakin terlihat berkelas dan terhormat.

Justru hidup banyak gaya itu akan mengundang gunjingan orang-orang disekitarmu, mengundang fitnah-fitnah keji atas hidupmu.

Bergayalah Apa Adanya Meski Kamu Kaya, Sebab Kau Tak Pernah Tau Kapapun Allah Bisa Membuatmu Hidup Susah


Lebih baik bergaya sesuai kemampuanmu, sekaya apapun kamu tetaplah hidup sederhana, jangan suka pamer.
Bukankah Allah lebih suka pada orang-orang yang hidup sederhana tidak banyak gaya dan tidak suka pamer.

Ingat segala apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dan kita tidak pernah tau bahwa Allah bisa saja memiskinkan kita tanpa pernah kita tahu.

Hidup Banyak Gaya Akan Membuatmu Selalu Merasa Kurang Hingga Lupa Bersyukur


Hidup banyak gaya lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya, hidup banyak gaya itu akan membuat kita lupa mengontrol diri. Akan selalu merasa iri dan akan selalu merasa kurang atas pemberian Allah.

Sehingga memungkin kita sampai pada titik dimana kita lupa bersyukur, banyak ngeluhnya, lupa berkaca bahwa Allah telah mencukupkan kita melebihi orang-orang yang serba kekurangan diluar sana.

Hidup Itu Lebih Baik Banyak Istighfarnya Dari Pada Banyak Bergaya, Agar Lebih Banyak Pahala Yang Kita Dapatkan Daripada Dosa


Daripada hidup banyak gaya yang tidak menguntungkan apa-apa, alangkah lebih baiknya kalau kita banyak Istighfar saja.

Sehingga mudah bagi kita untuk mensyukuri hidup kita yang apa adanya dan mudah bagi kita mendapatkan pahala.

Banyak gaya itu hanya mendekatkan kita pada perbuatan dosa, dosa suka pamer, dosa lupa diri, dosa kalau sombong dan dosa karena tak mau bersyukur tapi malah banyak ngeluhnya.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua   


Source: humairoh.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...