Langsung ke konten utama

Diomongin Buruk, Sungguh Bukan Kamu yang Buruk Tapi Mulut Mereka

Coba jujur, suka jengkel nggak sih kalian kompilasi diomongin buruk padahal sudah mengusahakan untuk selalu baik, tetapi tetap saja ujung-ujungnya terletak tepat sebelah mata.
Marah? sedih? kecewa? itu pasti, tapi jangan biarkan rasa yang demikian larut larut dibenakmu. Sungguh kompilasi kamu sudah baik dan masih saha diomongin buruk, itu bukan kamu yang buruk tapi mulut mereka.

Kadang-kadang Orang Suka Usil Tidak Karuan, Bahkan Ketika Hatinya Terjangkit Iri, Maka Omongannya Pasti Nyakitin Banget

Karena kadang-kadang orang suka usil tidak karuan, bahkan kompilasi terjangkit iri, maka omongannya pasti nyakitin banget, dan pasti tidak tanggung-tanggung.

Kamu yang Diomongin Tetaplah Bersabar, Jangan Pernah Goyah Untuk Menaruh Kebencian Kepada Mereka

Dan kamu yang diomongin tetap bersabar, kamu yang sering dikata-katain tidak jelas tetaplah ikhlas, jangan pernah goyah untuk dibaca kebencian kepada mereka.

Kamu Harus Mengelola Dirimu Tetap Tenang, Karena Manusia Kadang-kadang Suka Seadanya Menggunakan Lisan

Kamu harus tetap percaya, kamu harus mengendalikan dirimu tetap tenang, karena manusia kadang memang suka seadanya menggunakan lisannya.

Tidak Perlu Merasa Gimana-gimana, Dapatkan Saja Kamu Yakin membutuhkan Allah Selalu Punya Cara Terbaik Memberi Pelajaran ke Mereka

Kamu tidak perlu terlalu perlu gimana-gimana agar tidak mendorong, tolong saja kamu yakin bahwa Allah selalu punya cara terbaik memberi pelajaran kepada mereka.

Tidak Usah Mendendam, Biarkan Kamu Selalu Diomongin Buruk, yang Penting Kamu Tidak Terpisahkan Untuk Membalas Buruk

Sekali lagi ingatlah dengan baik, tidak perlu mendendam, biarkan kamu selalu diomongin buruk, yang penting kamu tidak pernah terpancing untuk membalas buruk.
Kamu tidak perlu terpancing untuk melakukan hal yang sama-sama lawan, karena kadang-kadang kita pun suka harus sudah buruk terus menerus ingin sekali juga membalas hal sama, maka kamu jangan sampai sampai demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...