Langsung ke konten utama

Dukunglah Suamimu Berbakti Kepada Ibunya Agar Anak-anakmu Berbakti Juga Kepadamu Kelak


Wahai para istri, jika ingin anak-anakmu berbakti kepadamu kelak, terlebih jika dia seorang laki-laki maka berilah contoh dengan cara dirimu mendukung suamimu untuk berbakti kepada ibunya.
 Karena sungguh pembalasan itu nyata dari Allah, jika kamu ingin diperlakukan baik oleh anak-anak dan menantumu kelak, maka jadilah menantu yang baik, jadilah perantara agar suamimu selalu bisa berlaku baik kepada ibunya.
 Jangan sebaliknya, jangan sampai kamu menjadi perantara agar suamimu durhaka kepada orang tuanya, karena bagaimanapun ibunya tetap kewajibannya yang nomer satu, meski kamu telah menjadi kewajibannya saat ini.
Jangan Sampai Kamu Memberi Pilihan “Pilih Aku Atau Ibumu”. Tapi Ingatkan Terus Suamimu Agar Selalu Berbakti Pada Ibunya
Jangan sampai kamu memberi pilihan konyol seperti “pilih aku atau ibumu”, tapi ingatkanlah terus suamimu agar tak lupa akan tanggung jawabnya dan terus berbakti kepada ibunya. Tapi mertuaku sangat tidak baik terhadapku, jika demikian pembelaanmu maka hal jitu untuk menuntaskan permasalahan ini adalah dengan terus berlaku baik kepadanya, jangan balas dengan kebencian yang sama.
 Mengapa? Karena saat kamu mengalah dan terus bersabar maka disitulah kamu akan memang, karena kejahatan apapun pada akhirnya akan kalah dengan kebaikan yang istiqamah.
Ingat, Kamu Adalah Penyejuk Bagi Suamimu Maka Sudah Sepantasnya Kamu Ingatkan Dia Untuk Tak Lupa Pada Ibunya
Dan ingat, keberadaanmu sebagai seorang istri adalah sebagai penyejuk bagi suamimu, maka sudah sepantasnya kamu ingatkan dia untuk tak pernah lupa pada ibunya. Karena ibunya adalah yang utama baginya, meskipun kamu adalah tanggung jawabnya yang baru, tanggung jawab pada ibunya harus selalu ia dahulukan.
Ketahuilah, Laki-Laki Jika Sudah Fokus Pada Suatu Hal Terkadang Ia Lupa Pada Yang Lainnya, Termasuk Pada Ibunya
Wanita juga harus tahu, bahwa laki-laki saat sudah fokus pada suatu hal maka terkadang ia lupa pada yang lainnya, termasuk kewajibannya menjaga sang ibu. Lantas bagaimana dikala jauh? Berjauhan bukan suatu masalah untuk tak menunaikan kewajibannya sebagai anak, karena teknologi jaman sekarang sudah semakin canggih.
Tugasmu Sebagai Istri Bukan Hanya Menjadi Pendampingnya, Tapi Pengingat Saat Dia Sedang Lengah Pada Kewajibannya
Ingat ya para istri, tugasmu bukan hanya menjadi pendampingnya, tetapi pengingat bagi dia dikala sedang lengah pada kewajibannya. Jangan sampai kamu sengaja membiarkannya lupa kepada tanggung jawabnya (ibu), jika tidak mau hal yang demikian akan terjadi padamu nanti dikala tua, sebab pembalasan Allah sangatlah nyata.
Karena Sungguh Bahagia Dimasa Tuamu, Jika Istri Anak-anakmu Juga Berlaku Demikian Terhadapmu
Maka pastikan kamu benar-benar menjadi penyejuk bagi suamimu, ingatkan dia ketika lupa akan tanggung jawabnya, ingatkan dia untuk selalu berbakti kepada orang tuanya, terlebih kepada ibunya. Karena sungguh bahagia dimasa tuamu, jika istri anak-anakmu kelak juga berlaku demikian terhadapmu, maka pastikan kamu terlebih dulu berlaku baik kepada ibu dari suamimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...