Langsung ke konten utama

Jika Materi Menjadi Tolak Ukur Dalam Rumah Tangga Jangan Harap Kamu Bisa Membangun Rumah Di Syurga

Bahagia tidaknya sebuah keluarga tidak diukur dengan banyaknya harta, namun seberapa besar kamu yakin bahwa setiap ketentuan Allah ialah sudah pasti terbaik untuk kamu seperti apapun keadaannya.
Jika kamu membangun rumah tangga dan menjadikan materi sebagai tolak ukurnya maka jangan harap kamu bisa membangun rumah di Syurga jika hidupmu bergantung pada harta, bukan kepada-Nya.
Membangun Rumah Tangga Jangan Hanya Mengandalkan Materi Jika Kamu Inginkan Kebahagiaan Yang Hakiki
Jangan menggunakan materi dalam membangun rumah tangga agar kamu tidak pernah merasa begitu sengsara ketika hartamu tidak lagi kau rangkul.
Tapi bangunlah rumah tangga dengan penuh taat kepada Allah dengan mengikuti petunjuk dari-Nya jika kamu inginkan kebahagiaan yang hakiki.

Jika Harta Kau Jadikan Tolak Ukur Dalam Membangun Rumah Tangga Maka Kamu Harus Siap Dengan Rasa Kecewa



Jika kamu menjadikan harta sebagai tolak ukur dalam membangun rumah tangga maka kamu harus siap dengan rasa kecewa.
Karena harta sama sekali tidak menentukan bahagia tidaknya keluargamu, melainkan dari niatmu yang LillahiTa’ala sekalipun ditakdirkan hidup sederhana.

Kebahagiaan Hakiki Hanya Akan Dirasakan Oleh Orang Yang Membangun Rumah Tangga Dengan Niat LillahiTa’ala


Karena kebahagiaan yang hakiki hanya akan dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang yang membangun rumah tangga dengan niat LillahiTa’ala, bukan karena nafsu belaka atau bahkan karena kepentingan dunianya saja.

Niat Sebenarnya Adalah Bagaimana Rumah Tanggamu Mendapat Ridho-Nya Dan Bisa Membangun Rumah Di Syurga



Niatkanlah kamu dalam membangun rumah tangga karena termasuk perintah dan nikmat dari Allah yang patut kamu syukuri dan harus dijalani dengan baik.
Karena niat yang sebenar-benarnyanya adalah bagaimana kamu membangun rumah tangga untuk mendapat ridho Allah dan bisa membangun rumah di Syurga-Nya kelak.

Membangun Rumah Di Syurga Membutuhkan Keimanan, Bukan Materi Yang Bahkan Tidak Bisa Kau Bawa Mati


Ketika kamu dan keluargamu mulai dibutakan oleh materi ajaklah hatimu dan mereka untuk terus mengingat-Nya agar kamu tidak sampai tergila-gila akan duniawi yang sifatnya hanya sementara.
Karena membangun rumah di Syurga membutuhkan keimanan, bukan materi yang tidak bisa dibawa mati dan bahkan bisa menjadikan rumah tanggamu cerai berai jika semuanya sudah buta akan harta.

Sumber : humairoh.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...