Langsung ke konten utama

Kalau Suami Cuma Bisa Cari Nafkah, Mudah Sekali Ia Kehilangan Peran di Keluarga Saat Istri Bisa Cari Uang Sendiri - Klik Saja

Sebel gak sih, Ma? Saat para ayah si kecil malah sering cuek mengasuh anak. Saat Mama sedang sibuk memasak, anak rewel, ayahnya malah diam aja. Tidak mencoba untuk menenangkan anak. Mungkin malah nonton televisi, baca koran, atau yang lebih parah: main hape.






Arrrgghh… Tentu rasanya bisa meledak bagi seorang Mama. Dikiranya mengasuh anak itu gampang? Dikiranya mengasuh anak itu gak capek kali ya?

Hemm.. Kalau Mama punya perasaan yang sama, yuk lebih diperlebar dan diperbesar lagi tingkat kesabaran kita yaa..



Jangan buru-buru marah sama si Ayah dulu lho… Bisa-bisa malah menimbulkan perang dunia kelima nanti. Sabar dulu, tunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu pada si Ayah agar bisa terlibat aktif mengasuh anak.

Saat ada momen yang tepat itu, gunakan dengan sebaik-baiknya untuk memberitahu si Ayah, betapa pentingnya peran seorang ayah dalam pengasuhan anak.

Bahwa peran seorang Ayah mampu mempengaruhi kesuksesan anak di masa depan. Ia dapat mempengaruhi kehidupan sosial, prestasi di sekolah, dan pencapaian cita-cita anak lho.

Eits, itu bukan kata saya lho, Ma. Itu kata sebuah penelitian yang saya kutip dari situs parenting dot com. Hihihi.

Tahukah, Ma? Bahwa menurut peneilitian itu kehadiran seorang ayah bagi anak akan menimbulkan keamanan emosional, kepercayaan diri dan keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Balita dnegan keterlibatan ayah memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dan juga IQ lebih baik pada usianya yang ketiga.

Lalu pada usia sekolah, pelajar yang
ayahnya terlibat dalam pengasuhannya memiliki prestasi yang lebih baik dan juga kepercayaan diri lebih tinggi. Jadi ingat, dulu waktu kecil Ayahlah yang selalu mendorong anak-anaknya untuk berani. Iya kan?

Seorang ayah cenderung lebih dapat menjadi teman bermain bagi anak-anaknya daripada ibu. Dari interaksi ini anak-anak akan belajar banyak dari ayah mereka.Anak-anak yang memiliki sosok ayah di sisinya akan lebih merasa terlindungi dari bahaya sehingga memiliki sifat lebih pemberani.

Seorang ayah memiliki ketegasan yang lebih besar dibanding seorang ibu, karena itu peran ayah sangat besar dalam menghasilkan anak-anak yang disiplin. Seorang ibu akan lebih menggunakan perasaan dan sering menerima alasan yang dilontarkan anak-anak mereka.



Ayah memiliki kestabilan emosi yang lebih baik dan lebih sedikit mendapat gangguan seperti menstruasi, hamil, dan melahirkan yang mempengaruhi emosi mereka sehingga dapat membuat emosi anak-anaknya menjadi lebih stabil.

Nah, Ma itulah pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Bila masih ada orang tua yang menganggap bahwa seorang ayah hanya bertugas untuk mencari nafkah saja, hemm.. silahkan orangnya digetok lalu suruh dia baca tulisan saya ini ya.. Hehehe.

Tak kalah penting adalah, keterlibatan ayah dalam mengasuh anak HARUS DIMULAI SEJAK DINI agar ikatan tersebut terus terbangun hingga anak tumbuh besar.



Banyak kan kita dapati di lingkungan sekitar kita -atau mungkin malah kita sendiri ya?- beberapa anak yang malah tidak dekat dengan ayahnya sendiri. Ia lebih dekat dengan orang lain.

Kenapa? Ya, karena sejak kecil ayahnya “jauh” dari anak. Ayahnya cuma kerjaannya marah-marah mulu. Kalau begitu, gimana anak bisa dekat dengan ayahnya bukan?

Lalu saat anak dewasa, si ayah menyesal karena anak-anaknya menjauhi dia. Ya, ini jug kesalahan si ayah juga kan, kenapa saat anak kecil dia tidak mengasuhnya dengan baik.

Maka, kita harus menyadari hal ini sejak sedini mungkin. Bahkan kita harus menyadari ini sejak anak masih dalam perencaaan suami istri.

Yuk, para Mama dan Ayah sama-sama terus belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak-anak kita. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat yaa..

Sumber: momonganak.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...