Langsung ke konten utama

Kita Kadang Lupa Dengan Apa yang Telah Allah Berikan, perlu Selalu lapar Dengan Milik Orang Lain

Tahu tidak, kita kadang-kadang lupa apa yang sudah dimiliki, dan lebih sering ingat apa yang dimiliki orang lain.

Itulah sebabnya mengapa kita kadang-kadang terus membanding-bandingkan apa yang telah kita miliki dengan milik orang lain.

Padahal, jika kita lebih bijak memaknai setiap apa yang telah Allah takdirkan untuk kita, tentu saja untuk fokus pada kesenangan yang orang lain dapat lakukan tidak mudah.

Kita Sering Mengeluhkan Pemberian Allah, Merasa Orang Lain Telah Lebih Banyak Menerima Nikmat


Tanpa sadar kita kadang-kadang sering menerima Allah, hanya karena orang lain saja yang mendapat lebih banyak mendapat nikmat.

Padahal, nikmat yang Allah berikan pada setiap hambanya sudah sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, jadi tidak perlu membanding-bandingkan kesenangan yang saat ini kita dapatkan dengan kesenangan orang lain, cukup syukuri saja dengan bijak apa yang telah Allah tetapkan untuk kita.

Kita Seringkali Mengatakan Allah Tidak Adil, Merasa Nikmat Orang Lain Lebih Besar


Kita menjawab mengatakan Allah tidak adil, hanya karena memiliki nikmat orang lain lebih dari nikmat yang kita miliki.
Padahal, bisa saja nikmat yang diberikan kepada kitalah yang sebenarnya lebih besar, hanya saja kadang-kadang kita kufur tidak mensyukurinya.

Nikmat Kitalah yang Sebenarnya Lebih Besar


Ya, padahal bisa jadi nikmat yang telah kita peroleh yang lebih besar, hanya kadang-kadang ketidaktahuan kita bijak dengan syukur yang membuat nikmat itu seakan-akan kecil diterimanya.

Nikmat Kitalah yang Telah Lebih Banyak, Hanya Kadang Kita Tak Pernah Puas


Dan bisa jadi nikmat kitalah yang sebenarnya lebih banyak, hanya kadang-kadang kita tidak pernah puas karena sifat thama 'yang bersarang di dalam hati, sehingga membuat nikmat yang selalu nampak sedikit dan tak cukup.

Maka Periksalah Rasa Syukur di Hati, Takut Ada Berbagai Macam Penyakit di Dalamnya


Maka pandailah ingat hati, jangan biarkan kosong dari sifat syukur, agar kita selalu menerima kesenangan yang orang lain peroleh, dan sebaliknya sebaliknya memilih kesenangan yang telah kita miliki.

Periksalah hatimu, karena takut di dalamnya sudah tak ada rasa syukur, takut rasa syukur itu kering sebab penyakit berbahaya yang ada di dalamnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Viral Gadis 14 Tahun Hamil Dari Hasil Hubungan Dengan Sang Ayah

Pemberitaan tentang kekerasan terhadap remaja mungkin kerap membuat tercengang. Apalagi tentang kisah seorang gadis 14 tahun bernama Itzel, asal Cile, ini. Dia menyebarkan fotonya dalam keadaan hamil di akun Facebook. Sebenarnya, niat Itzel hanya ingin menunjukkan kepada teman-temannya betapa bahagianya dia karena telah mengandung. Tetapi, unggahan tersebut justru berakhir memilukan. Sebab, ternyata bayi yang dikandung Itzel berasal dari ayahnya sendiri. Banyak komentar yang mengecam, namun Itzel memilih mengabaikannya. Dia menjawab pelbagai komentar miring itu dengan mengaku merasa bahagia karena punya anak dengan cinta dalam hidupnya… ayahnya. Anak itu dibesarkan ayahnya sendirian sepeninggal sang ibu. Pengadilan setempat sudah memerintahkan agar Itzel dipisah dari sang ayah, namun mereka tetap tinggal bersama. Yang Lebih Mengejutkan… Nama pria tersebut tidak diungkap, namun hampir dapat dipastikan gadis itu telah menggodanya. Yang lebih mengejutkan, Itzel menceritakan kisah yang ser...