Langsung ke konten utama

Ku Memohon Kepada Allah, Semoga Kita Menua Bersama Hingga Maut Memisahkan

Sejak pertama memilihmu, aku tak pernah menyimpan ragu. Perlahan tetapi pasti, aku meyakini bahwa kamu adalah yang terbaik, yang Tuhan berikan padaku. Setelah menunggu sekian lama, setelah banyaknya luka yang hadir begitu saja. Lagi pula, tak ada manusia yang benar-benar sempurna. Jadi, berusaha menerima kekurangan masing-masing dari kita adalah apa yang mampu kita lakukan bersama.
Teruslah berjalan
Menyatukan dua manusia memang tak pernah mudah membalikkan telapak tangan. Kita yang berbeda latar belakang. Kita yang berbeda pemikiran. Kita yang berbeda memandang kehidupan kadangkala membuat kita pada posisi dimana kita ingin berhenti. Tak lagi melanjutkan apa yang telah kita perjuangkan hingga kini. Lalu, sebelum semua hal itu terjadi, kita memilih untuk terdiam. Tak membiarkan ego memakan apa yang telah kita usahakan. Berbincang, meredakan apa yang telah membuat kita menjadi bersitegang. Perjalanan kita sejauh ini, memang tak pernah terasa mudah, sayang.

Menujumu Adalah Apa Yang Ku Usahakan. Karena Kamu Yang Ingin Kutemani Hingga Usia Senja Datang

Komitmenlah yang membuat kita bersama hingga sekarang. Lagipula apalagi? Karena jika hanya perkara fisik belaka, di luaran sana akan sangat banyak alasan untuk membuat kita memilih berpisah saja. Komitmen pula, yang membawa kita unutk tak pernah lelah berusaha mengenal satu dengan lainnya. Berbagi, hingga pada satu titik, kita semakin tahu bahwa seseorang yang berada disamping kita adalah apa yang kita butuhkan, yang hadir dalam banyaknya kekurangan, pun dengan kelebihan yang membuat kita saling melengkapi satu dengan lainnya.
Lalu, pada setiap perjalanan kita. Aku tak pernah luput mendoakan. Karena memintamu kepada Tuhan adalah apa yang perlu ku lakukan. Kamu adalah milik-Nya. Yang menciptamu dengan kasih dan penuh cinta. Tuhan tahu rasaku kepadamu seperti apa. Tetapi, aku ingin segalanya terasa lengkap, perkara berdoa dan berusaha segalanya harus tetap dilakukan bersama-sama. Karena kamu, adalah apa yang tengah kuusahakan. Seseorang yang ingin selalu ku jadikan rumah, yang ingin ku bahagiakan, yang ingin kutemani meraih segala mimpi yang tengah kita perjuangkan. Hingga usia senja datang.

Semua Usaha Dan Do’a Kini Kupasrahkan Saja Kepada Tuhan. Ia Yang Tahu Mana Yang Terbaik Bagi HambaNya

Adalah takdir Tuhan yang tak pernah mampu kita perdebatkan pada akhirnya. Karena segalanya berakhir kepadaNya. Segala do’a dan usaha yang telah lama aku usahakan untuk mampu bersamamu hingga tua. Saling menjadi rumah, yang menggenggam erat dan menguatkan bersama. Tetapi, sebelum takdir Tuhan menyapa, aku akan tetap berusaha. Menjadi yang terbaik, menjadi apa yang kamu butuhkan, mencintaimu dengan cara yang mengagumkan. Walau mungkin saja, luka masalalumu aku tak pernah mampu sembuhkan segalanya. Tetapi, perlahan-lahan semoga luka itu tertutup dengan banyaknya cerita mengagumkan yang kita jalani bersama. Hingga kita tak lagi sama-sama terpuruk pada luka masa lalu yang mengerikan.
Aku ingin kamu tahu, jika takdir Tuhan berkata lain, satu hal yang tak pernah ku sesali adalah pernah mencintaimu sehebat ini. Karena rasa kita pernah membawaku pada titik dimana aku mampu terbangun disaat segala sendi kakiku bahkan tak lagi mampu menopang diriku sendiri. Pernah mencintaimu, membuatku memiliki seseorang pendengar terbaik dalam semua cerita yang aku alami. Entah ia hanya hal sepele, atau hal berat. Dan mencintaimu, membuatku memiliki rumah untuk berpulang. Karena perasaan cinta itu pula, cerita hidupku menjadi begitu berwarna.
Terima kasih karena hadirmu dalam hidupku. Menerimaku sebaik ini hingga kita mampu. Lalu, biarlah tangan Tuhan dan semesta yang menjadi penentu akan rasa kita bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...