Langsung ke konten utama

Meminta Maaf Duluan Takkan Pernah Merendahkan Harga Dirimu Sidikit Pun



Pernahkah kalian memiliki sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan? Sahabat yang menginspirasiku untuk menjadi pribadi yang lebih pemaaf ini sungguh masih kuingat sampai sekarang.


 Aku, Kanaya dan temanku Ruma menjalin persahabatan saat kami sama-sama bekerja di sebuah perusahaan.

 Layak ketika aku tak paham akan sesuatu. Aku sering bertanya-tanya, apakah yang membuat kami menjadi dekat? Mungkin karena kami berasal dari kota yang sama (Wonogiri) atau mungkin kami lahir pada tahun yang sama atau tempat kerja kami yang hanya bersebelahan. Entahlah, yang pasti aku bersyukur memilikinya.

Tapi, persahabatan memang selalu ada ujiannya. Suatu ketika, manajer menginstruksikan sahabatku tersebut untuk pindah ke ruangan yang letaknya jauh dariku. Hal itu seketika membuatku sedih karena harus berpisah walaupun sebenarnya masih di perusahaan yang sama. Tapi aku takut dia memilki teman baru dan akan melupakanku. Mungkin itu hanya perasaanku.
 Sebenarnya dia masih memperlakukanku dengan sangat baik seperti sebelumnya, tapi keegoisanku yang merasa dia mengabaikanku seperti menutup mata hatiku.
Beberapa minggu setelah kepindahannya, mungkin temanku justru merasa ada yang berbeda dariku. Aku menjadi lebih diam ketika dia menemuiku. Dia masih sering menanyaiku tentang sudah makan atau belum. Dia yang selalu menyapaku duluan. Dia masih sering menghampiriku.Tapi sikapku seperti orang yang acuh tak acuh. Aku tahu aku yang salah. Hal-hal yang aku khawatirkan sebenarnya berasal dari diriku sendiri. Perubahan yang aku takutkan sebenarnya itu berasal dari diriku sendiri. Bukan temanku yang berubah, tapi justru aku.

Saling MemaafkanPerasaan tak nyaman selalu ada di pikiranku. Bahkan ketika aku tahu bahwa aku salah, aku terlalu gengsi untuk meminta maaf dan memulai pembicaraan. Setiap malam semenjak kepindahannya, aku terus kepikiran akan apa yang akan terjadi esok hari. Aku sungguh tak bisa tidur nyenyak. Hingga suatu hari, temanku Ruma tersebut mengirimiku pesan chat. Dia bilang bahwa dia meminta maaf. Mungkin dia berbuat sesuatu yang salah hingga membuatku seperti ini. Dia tanya padaku, sebenarnya apa masalahnya. Dia ingin memperbaikinya. Dia bilang dia selalu kepikiran tentangku. Dia menjadi malas berangkat kerja karena tak tau letak kesalahannya di mana.

Saat membacanya, air mataku menetes begitu cepat. Aku yang salah tapi dia yang meminta maaf. Seketika k balas pesan chat-nya dengan kata-kata yang sama seperti yang dia lakukan bahwa aku yang salah dan aku minta maaf.
 Aku ingin mengakhiri konflik batinku dengan diri sendiri. Aku tak mau kehilangan sahabat baik sepertinya. Esoknya, seperti tak terjadi apa-apa, kami memulai pembicaraan dengan canggung hingga lama-kelamaan suasana mencair dan kami akrab seperti sebelumnya.
Sahabatku sungguh baik dan pemaaf. Dia mengajarkanku bahwa meminta maaf duluan tak akan pernah merendahkan harga diri. Menjadi pribadi yang pemaaf justru akan memperlihatkan betapa kayanya hatimu. Memaafkan akan melegakan hati dan melepaskan beban. Sahabatku, Ruma, terima kasih ya. Maafkan keegoisanku. Dan juga, terima kasih telah menjadi salah satu inspirasiku dalam memaafkan. Aku akan selalu mengingatnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...