Langsung ke konten utama

Mengamuk di Hari Pernikahan, Pengantin Pria Dikira Tak Sopan, Ternyata Sang Ayah Jadi Penyebab Mengamuk di Hari Pernikahan, Pengantin Pria Dikira Tak Sopan, Ternyata Sang Ayah Jadi Penyebab

Pernikahan menjadi sebuah momen paling berharga dalam hidup setiap orang.





Karena momen itulah yang menandakan dimulainya perjalanan baru bagi pasangan yang saling mencintai.

Acara pernikahan harusnya berjalan dengan mulus, tanpa masalah atau kendala apapun.



Namun, dalam satu acara pesta pernikahan di Vietnam, seorang mempelai pria terlihat mengamuk di acaranya sendiri.

Aksi pria itu kemudian diunggah di akun YouTube Khám Phá Quê Hương, dan telah dilihat lebih dari 273,743 kali sejak diunggah 31 Desember 2019 lalu.

Dalam video tersebut, terlihat pada awalnya acara berlangsung tenang.

Namun, mempelai pria tiba-tiba kehilangan kesabarannya. Ia berbalik badan, kemudian memukul meja dan melempar gelas.

Tak puas, ia juga menendangi tower gelas hingga tower gelas itu terjatuh dari meja.

Video berakhir dengan sang pengantin perempuan memeluk mempelai pria demi meredakan emosinya.

Tamu undangan pun terkejut akan aksi itu. Saat video itu viral, netizen awalnya marah.

Netizen menganggap si pengantin pria tidak hormat pada orang tua istrinya, serta tamu undangan yang hadir.


Namun sebagian dari mereka berubah pikiran saat tahu alasan mengapa si mempelai pria bertingkah seperti itu.

Menurut Sin Chew yang dikutip oleh World of Buzz, sang mempelai pria marah pada ayahnya sendiri.

Sang ayah ternyata mempermalukan istrinya dan kedua orang tuanya di depan tamu undangan.

Setelah insiden tersebut, mempelai pria menjelaskan pada publik bahwa sebenarnya sang ayah tidak setuju pada pernikahannya.

Ayah mempelai pria itu tidak setuju karena sang pengantin wanita memiliki latar belakang ekonomi yang miskin.



Pernikahan akhirnya tetap dilangsungkan setelah banyaknya perdebatan dan pertengkaran antara mempelai pria dan orang tuanya.

Mempelai pria menjelaskan ia tak menyangka ayahnya sendiri mempermalukan orang tua istrinya.

Ayah pengantin pria dengan sarkas berkata pada ayah istrinya, “Kau sudah mengajari putrimu dengan baik, ya.”

Menurutnya, ucapan ayahnya itu mengimplikasikan pengantin pria jatuh cinta pada pengantin wanita karena guna-guna.

Karena tak tahan lagi pada sikap ayahnya, si mempelai pria ngamuk. Ia menghancurkan gelas hingga akhirnya pesta pernikahan dihentikan.

Sang pengantin pria juga mengaku bahwa yang ia lakukan memang salah.

Namun, ia juga menyalahkan sang ayah yang tak seharusnya mempermalukan istri dan mertuanya di depan umum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...