Langsung ke konten utama

Pengaruh Teman Itu Sangatlah Kuat, Maka Hati-hatilah Dalam Memilih Teman

Hati-hatilah dalam menjalin pertemanan, terlebih dengan seseorang yang baru, karena pengaruh teman itu sangatlah kuat. Jangan sampai kamu terkecoh oleh pertemanan yang akhirnya menjerumuskanmu pada hal yang tidak baik, pada hal yang tidak Allah sukai.

Karena tidak sedikit di era ini orang yang begitu asyik berteman, begitu asyik mendapat kenalan baru, hingga di suatu waktu ia terjerumus pada hal yang Allah larang, dimana sebelumnya dia sendiri pun memang tidak menyukainya.
Tetapi karena adanya teman yang memang sudah terbiasa jauh dari Allah, maka dia pun sedikit demi sedikit lalai akan aturan-Nya, dan akhirnya ikut-ikutan mendekati apa yang Allah larang. 
Jangan Sembarangan Berteman, Karena Sudah Berapa Banyak Orang Terjerumus Dalam Kemaksiatan Gara-gara Teman
Oleh sebab itu selektiflah dalam memilih teman, jangan sampai sembarangan berteman, karena sudah berapa banyak orang terjerumus dalam kemaksiatan, dalam kehidupan yang tidak ada gunanya gara-gara teman.
Tidak ikut berarti tidak menghargai, begitulah dalihnya awal-awal membiasakan diri dengan kebiasaan teman, sehingga sedikit demi sedikit jati dirinya mengikuti jati diri teman.
Awalnya Mungkin Dia Tampak Biasa Menurut Kita, Tapi Pada Akhirnya Dia Akan Membawa Kita Pada Kebiasaannya
Dan iya, awal berteman dia memang akan tampak biasa menurut kita, canda tawa dan keakraban yang terjalin mungkin memang sangat mendamaikan, tapi pada akhirnya tanpa kita sadari dia akan membawa kita pada kebiasaannya.
Maka disinilah pengendalian dan pendirian itu harus benar-benar dibutuhkan, karena tidak sedikit dari kita yang akhirnya sudah menjadi hobinya ikut-ikutan, dan kalau nggak ikut mungkin akan dikatakan tidak menghargai. Na’udzubillah
Teman Itu Ibarat Sebuah Cermin, Maka Temukanlah Teman yang Baik, Atau Jadilah Teman yang Baik
Karena teman itu ibarat sebuah cermin, kita akan melihat siapa diri kita dalam diri teman kita, karena tanpa disadari kebiasaan dan tingkah kita sedikit banyaknya akan terkontaminasi kebiasaan dan tingkahnya.
Jadi bila berteman carilah teman yang baik, yang bisa menjadikan kita lebih baik, dan bisa mengontrol kita saat kita hendak berjalan pada yang tidak baik. Atau jadilah teman yang baik, agar kita selalu menjadi teman terbaik dalam meraih ridho-Nya.
Jangan Ikut-ikutan Kebiasaan Buruk Teman, Tapi Jadilah Pengendali Mereka Ketika Hendak Berlaku Buruk
Sekali lagi ingatlah dengan baik, jangan ikut-ikutan kebiasaan buruk teman, tapi jadilah pengendali mereka ketikda hendak berlaku buruk.
Serta menghargai atau tidaknya kita itu bukan dilihat dari bagaimana kita harus sama-sama terus dengan teman, tapi tahu menempatkan diri kita dengan bijaksana dan mampu saling melengkapi kekuarangan masing-masing.
Berteman Jangan Hanya di Dunia Saja, Tapi Bertemanlah Hingga Kelak di Surga-Nya Allah
Catatan pentingnya adalah berteman jangan hanya di dunia saja, tapi upayakanlah berteman hingga kelak di surga-Nya Allah, lantas jadilah teman yang baik yang bisa menunjukkan jalan lurus menuju-Nya.
Begitu juga ketika kita hendak berteman, maka bertemanlah dengan seseorang yang mampu membawa kita pada jalan-Nya, pada jalan yang selalu dirihoi-Nya.
Semoga Allah menghadirkan dalam kehidupan kita teman-teman yang baik agar kita bisa menjadi lebih baik juga. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...