Langsung ke konten utama

Rumah Tangga Tanpa Problema Itu Sebuah Kemustahilan, Karena Suami Bukan Malaikat dan Istri Bukan Bidadari

Sangat mustahil jika sebuah hubungan suami istri jauh dari problema, karena dua insan yang dipersatukan dengan masing-masing perbedaan akan menciptakan hal baru dalam membangun hidup.
Ibarat seseorang membangun sebuah rumah yang pondasinya terdiri dari bermacam-macam bebatuan, hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan yang mampu membuat orang lain takjub.
Suami istri pun juga dituntut sedemikian, dasar perbedaan yang melekat pada pasangan kita akan menjadi sebuah kesempurnaan ketika kita mampu bekerja sama dalam menyikapi sebuah problema yang menghampiri.

Seni “Bertengkar” Dalam Berumah Tangga


islamidia.com

Fenomena yang paling tidak bisa dihindari dalam kehidupan berumah tangga adalah pertengkaran, dan bukan dalam hal menari ataupun bermusik saja yang ada peraturan seninya, karena bertengkarpun juga begitu.
Kalau seseorang berkata “Saya Tidak pernah bertengkar dengan suami saya!”.
Kemungkinannya ada dua, yaitu bisa jadi orang itu belum bersuami dan atau dia tengah berdusta.
Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi belaka, hanya saja diantarkan dengan muatan emosi. Jika kita tahu etikanya, bertengkar pun kita bisa menjadi hikmah.

Senantiasa Terapkan “3K” Dalam Rumah Tangga, Yaitu Kejujuran, Keterbukaan Dan Kepercayaan


dailymoslem.com

Jangan sampai kita menganggap masalah yang terjadi pada salah satu pasangan kita adalah beban masing-masing.
Karena dalam sebuah hubungan kita selalu dituntut untuk selalu jujur dan percaya. Untuk apa sebuah kejujuran, keterbukaan dan kepercayaan?
Jawabannya cukup simple, coba saja jika kita hidup tanpa ada saling kejujuran, keterbukaan maupun kepercayaan, mungkin semua orang akan takut untuk membangun sebuah rumah tangga seperti yang kita impikan.
Jangankan membangun rumah tangga, berteman saja mungkin akan sangat menjenuhkan.

Hubungan Suami Istri Itu Ibarat Tanaman, Butuh Waktu Untuk Tumbuh Dan Ketika Kita Berhenti Merawatnya Maka Perlahan-lahan Akan Kering Dan Mati


nyoozee.com

Iya benar hubungan antara suami istri memang ibarat sebuah tanaman, butuh waktu untuk tumbuh dan membesarkannya hingga berbuah.
Namun ketika kita sudah mulai jenuh merawatnya akan perlahan-lahan kering dan kemudian mati.
Jika keduanya sudah tak lagi bisa saling percaya, tidak saling menghargai dan tidak saling mensuport satu sama lain, maka yang ada hanya sebuah perselisihan yang berujung sebuah perpisahan.

Jangan Berumah Tangga Seperti Bunga Yang Gugur Ketika Pergantian Musim, Tapi Berumah Tanggalah Seperti Air Sungai Yang Terus Mengalir


rumah.com

Rasa jenuh dalam sebuah hubungan rumah tangga itu adalah hal yang sudah tak asing lagi, persilihan dan kesalah fahaman adalah bumbu agar kita mampu berfikir lebih luas dalam mengambil komitmen.
Ingatlah bahwa cinta itu datang dengan bertemunya dua kepribadian yang berbeda namun selalu saling menyadari dan melengkapi.
Jangan sampai seperti bunga yang gugur disetiap pergantian musim, dimana rasa yang kita miliki adalah musiman, rasa sayang, rasa rindu bahkan rasa butuh pun akan menjadi musiman yang terus berganti-ganti setiap saat, yang pada akhirnya berubah menjadi kebosanan.

Suami Istri Bisa Langgeng Ketika Keduanya Saling Menyadari Kekurangan dan Kelebihan Masing-masing


harian-post.com

Hubungan terbaik adalah saat kita saling menyadari kekurangan dan kelebihan pasangan kita masing-masing.
Ketika salah satunya mampu membuat akhlaqmu semakin indah, jiwamu makin damai dan hatimu makin bijak adalah hikmah yang sangat luar biasa untuk selalu kita syukuri.
Menegurmu saat taatmu mulai luntur, meski caranya terkadang kurang tepat jangan sampai kamu merasa menyesal. Menasehatimu disaat kamu maksiat terhadap Rabb-mu, dan mampu menjadi pelipur saat semangatmu mulai lebur.
Dialah cinta terbaikmu yang tidak hanya bersamamu didunia, namun berupaya untuk bersamamu hingga kesurga. Seperti apakah hubungan yang dimaksud tersebut?
Yaitu sepasang adam dan hawa yang dipersatukan oleh sebuah pernikahan, dan mampu mengubah problema menjadi sebuah barokah, hingga mampu membangun nuansa baru yang hakiki dalam hubungan berumah tangga menuju surga ilahi
sumber : humairoh.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...