Langsung ke konten utama

Sebuah Riset Membuktikan Istri Pendek dan Suami Tinggi Adalah Pasangan Paling Serasi



Kebahagian sepasang suami istri memang tidak dapat ditentukan dari penampilan maupun finansial.
Namun berdasarkan sebuah riset, ada tipe pasangan tertentu yang dikatakan lebih bahagia dari tipe lainnya.

Menurut penelitan yang dipimpin Kitae Sohn terungkap jika pasangan suami tinggi dan istri pendek ternyata paling bahagia.


Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan kepada 7,850 wanita.

Studi itu pun mengungkap hasil mengejutkan bahwa kebahagiaan seorang istri bisa jadi ada hubungannya dengan tinggi sang suami.

Dikatakan jika pasangan suami istri dengan perbedaan tinggi signifikan merasa lebih puas dengan kehidupan rumah tangga.

Pasangan pria tinggi dan wanita yang lebih pendek memang sering dianggap lebih serasi.

Dalam drama Korea sering kali tim produksi sengaja mencari aktris yang lebih pendek dari aktor agar lebih indah dilihat penonton. Sejak dulu, wanita juga dipercaya selalu tertarik dengan pria lebih tinggi.

Ada banyak alasan wanita suka pria tinggi. Berdasarkan penelitian lain, pria tinggi dikatakan bisa memberi rasa aman dan membuat wanita terlihat lebih feminin. Karenanya, tinggi badan menjadi salah satu hal yang dilihat wanita dari seorang pria.

Selain itu, pria tinggi juga terlihat lebih pintar. Studi lain membuktikan jika pria lebih tinggi memang kadang lebih pintar namun pria pendek tidak berarti kurang pandai.

Karena tampak berotak encer, mereka juga tampak berpenghasilan lebih banyak dan punya status sosial lebih tinggi.

Sebuah riset pun pernah mencoba mencari tahu rasio perbedaan tinggi badan yang ideal antara pasangan suami istri.

Menurut studi antropologis Boguslaw Pawlowski, idealnya adalah ketika pria lebih tinggi 1,09 kali dari wanita. Pasangan yang punya rasio tersebut adalah Victoria Beckham dan David Beckham.

Sayangnya kebahagiaan istri yang punya suami tinggi tak selalu bertahan selamanya. Penelitian tersebut menyimpulkan jika biasanya rasa bahagia mulai berkurang setelah 18 tahun pernikahan.

Tak harus berakhir dengan perpisahan namun seiring berjalannya waktu hubungan suami-istri kadang terasa nyaman dari pada menggebu-gebu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...