Langsung ke konten utama

Suami yang Suka Bantu Pekerjaan Istri Bisa Lebih Sehat dan Bahagia, Ini Buktinya

Pekerjaan rumah biasanya menjadi peekerjaan istri bahkan ada sebagia suami yang enggan mmebantu pekerjaan istri tersebut. Padahal suami yang membantu pekerjaan istri cenderung memiliki EQ yang lebih tinggi, lebih bahagia dan sehat dari pada suami yang tidak membantu sama sekali.
Dilansir SETN, menurut Dr Haung Wei Li dari Taiwan, suami yang membantu pekerjaan istrinya memiliki 3 manfaat.1. Memiliki EQ lebih tinggi2. Badan lebih bugar3. Gaya hidup lebih sehat

Menurut Dr. Haung Wei Li, manfaat tersebut bisa dilihat melalui efisiensi dalam menyelesaikan tugas. Ketika suami pulang bekerja dan bisa membantu pekerjaan rumah maka hal tersebut menunjukkan bahwa ia pandai mengalokasikan waktu untuk berbagai macam tugas dan menyelesaikan dengan sangat baik.

Laki-laki yang tidak mempermasalahkan membantu pekerjaan rumah berarti ia memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi. Karena ia sangat tahu bagaimana cara melepaskan stres dan menghindari menggunakan emosi jika dihadapkan dengan masalah apapun. 

Selain dari itu, laki-laki tersebut jauh lebih empati pada pasangan dan kelaurganya. Sehingga suami yang demikian sangat membantu untuk mmebangun hubungan yang bahagia dan langgeng selamanya.Dr Huang Wei Li juga menambahkan, laki-laki yang membantu pekerjaan istri memiliki gaya hidup yang lebih sehat karena lebih banyak di rumah dan menghabsikan waktu di rumah dari pada keluar rumah.

Misal membantu mencuci baju, mengepel lantai,mencuci piring, semua hal tersebut harus diselesaikan setelah makan makan. ucap Dr Huang Wei Li. Jangan jadi suami yang hanya duduk menontot TV, setelah duduk dikantor dalam waktu yang lama maka ada abiknya bergerak melakukan pekerjaan rumah. 

Karena kegiatan membantu pekerjaan rumah bisa mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.”Huang Wei Li juga menyebutkan, dulu itu sangat wajar bagi kaum bangsawan untuk melakukan kegiatan apapun seperti bermain biliar atau menari setelah makan.

 Karena sekarang sudah sedikit yang bisa melakukan aktivitas tersebut maka pekerjaan rumah menjadi salah satu alternatif untuk membuat seseorang aktif di rumah,” tutupnya.
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Sumber: tribunnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Menyakitkan Itu Saat Kita Berpisah Bukan Karena Tidak Saling Mencintai, Tapi Karena Takdir Yang Memisahkan

Takdir tidak bisa dirubah, sebesar apapun usaha yang kita lakukan untuk merubahnya. Bahkan jika kita memang saling mencintai, tapi jika takdir mengatakan tidak. Lalu apa lagi yang bisa dilakukan. Mungkin saatnya bagi kita untuk lebih belajar ikhlas dan melepaskan dengan lapang dada. Karena Sedekat Apapun Kita, Jika Kita Tidak Berjodoh, Maka Akhirnya Pasti Terpisahkan kita begitu dekat, kita sama sama berjuang, bahkan sudah saling menyamakan visi masing masing masing. Kita sama sekali tak punya alasan untuk berpisah dan seakan semuanya berjalan baik baik saja. Tapi saat akhirnya kita memang bukan berjodoh, kita pasti akan terpisahkan dengan cara apapun juga. Meskipun Saling Mencintai, Jika Kamu Bukan Takdirku, Begitupun Sebaliknya, Lalu Kita Bisa Apa Cintalah dan takdir yang memang mempersatukan kita awalnya, namun ternyata takdir berkata lain dan membuat kita terpisah. Kamu bukan takdirku begitupun sebaliknya. secinta apapun kita, tapi saat itu sudah jelas lalu kita bisa apa? Bagaimana...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...