Langsung ke konten utama

Tidak Ada Pernikahan Yang Cocok 100%, Yang Ada Adalah 100% Saling Melengkapi, Betul Gak ?

Jika seseorang melihat pasangan pernikahan selalu bahagia, dan kebetulan kedua pasangan adalah orang yang baik, terlihat penyabar, dan seakan-akan cocok dalam segala hal, pasti orang lain berkata “Wah, pasangan itu cocok sekali”.
Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah mereka nggak secocok yang dilihat orang kebanyakan, hanya saja mereka berdua pandai mengadu kesabaran untuk bisa saling menerima, saling mengerti, dan saling berirama melangkah bersama dalam satu tujuan.
Karena memang, tidak ada pernikahan yang cocok 100%, yang ada adalah 100% saling melengkapi. Sebab, kata sempurna itu sampai kapanpun takkan pernah bisa dicapai.
Mustahil Seseorang Menikah Karena Segalanya Telah Cocok, Karena Sampai Kapanpun Manusia Ini Akan Tetap Berbeda Satu Sama Lain
Maka, mustahil seseorang itu menikah karena segalanya telah cocok, karena sampai kapanpun manusia ini akan tetap berbeda satu sama lain. Ntah hal itu sikapnya, karakternya, kebiasaannya, dan semacamnya.
Tapi mengapa mereka berkata kita telah cocok saat memutuskan menikah? Karena keduanya merasa telah yakin bahwa dengan bersama kecocokan itu akan benar-benar tercipta.
Lebih Tepatnya Bila Telah Mantap Menikah Itu Bukan Karena Telah Cocok Dalam Segala Hal, Tapi Merasa Yakin Dengannya Bisa Saling Melengkapi
Karena lebih tepatnya bila telah mantap menikah itu alasan sebenarnya bukan karena telah cocok dalam segala hal, tapi merasa yakin dengan bisa saling melengkapi. Dan bila perasaan itu telah tumbuh diawal, tentu cocok 100% itu mungkin akan benar-benar ada.
Jadi, Pastikan Saat Bersama Jangan Berkata “Udah Nggak Ada Kecocokan”, Hanya Karena Brsamanya Kau Telah Merasa Bosan Dengan Perbedaan Yang Ada
Jadi, pastikan saat telah bersama, lantas karena telah merasa bosan dengan perbedaan yang ada, kamu menggampangkan kata “Udah nggak ada kecocokan, ayo kita pisah” jangan!!!.
Sebab bila hanya itu alasannya maka akan sangat menggelikan kedengarannya, karena sampai kapanpun dan dengan siapa kamu akan hidup kata cocok itu sebenarnya tidak akan pernah kamu temukan, bila kamu tidak belajar untuk saling melengkapi satu sama lain.
Karena Cocok Itu Perlu Dicipta, Perlu Disabar-sabarin, Dan Perlu Yang Namanya Kerendahan Hati Untuk Belajar Mengalahkan Keegoan Diri
Karena cocok itu perlu dicipta, perlu disabar-sabarin, dan perlu yang namanya kerendahan hati untuk belajar mengalahkan keegoaan diri, agar bersama tak hanya merasa senang sementara.
Sebab mustahil bila hidup bersama akan akur selamanya, pasti ada yang namanya perselisihan sikap, kebiasaan, dan pola pikir, maka disitulah diperlukan yang namanya sifat extra sabar dan ketulusan hati untuk mengalah demi mempertahankan kedamaian yang ada.
Cocok 100% Itu Nggak Ada Dikamus Pernikahan, Karena Sebagian Besar Memang Harus Dicocok-cocokin Agar Rumah Tangga Langgeng
Ingat, cocok 100% itu nggak ada dikamus pernikahan, karena sebagian memang harus dicocok-cocokin agar rumah tangga langgeng hingga tua nanti.
Kata cocok itu ada ketika kedua pasangan kompak untuk bisa selaras dalam menahan ego, melatih sabar, dan bisa menerima setiap celah kekurangan dan kelebihan yang ada.
Semoga menginspirasi dan bermanfaat

Sumber : humairoh.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...