Langsung ke konten utama

Ayah Meninggal, Ibu Kabur dari Rumah, Begini Kisah Bocah 10 Tahun yang Menanggung Beban dan Besarkan 2 Adiknya

Seorang bocah yang masih berusia 10 tahun sudah mempunyai beban berat. Pasalnya, di usia yang masih belia, Xiao Ying sudah seperti ibu bagi kedua adiknya.






Xiao Ying merupakan bocah yang berasal dari desa kecil di Nantang, Tiongkok. Dia harus menanggung beban tersebut karena ayahnya yang sudah meninggal karena kanker.

Sedangkan ibunya, kabur dari rumah dan tak ada kabar. Ibunya juga membawa sejumlah uang peninggalan ayahnya tersebut. Nah, dari situ Xiao Ying yang
merupakan anak sulung harus merawat kedua adiknya.

Dari Goodtimes yang dipublish (25/1/2018), dari memasak, membersihkan rumah hingga merawat adiknya itu dilakukannya sendiri. Di pagi hari, Xiao Ying harus membawa adiknya untuk menyikat gigi.




Lalu mereka berangkat ke seklah bersama-sama. Xiao Ying merupakan murid yang berprestasi di kelasnya. Dirinya akan memimpin teman-temannya untuk latihan membaca.


Nah, sepulang dari sekolah barulah Xiao Ying akan memiliki tugas sebagai ibu rumah tangga. Dia akan memasak untuk kedua adiknya.



Masakannya pun sederhana, hanya sayur-sayuran yang biasa mereka makan setiap harinya. Selain itu, dia juga harus membersiihkan rumah dan menimba air untuk keperluan sehari-hari.


Melihat Xiao Ying yang harus menanggung beban berat, pamannya sempat menganjurkan kedua adiknya agar diadopsi

Namun, hal itu di tolak mentah-mentah oleh Xiao Ying. Akibat perjuangannya ini, sekolah Xiao Ying mengadakan penggalangan dana.

Xiao Ying sungguh berterima kasih dengan bantuan tersebut. Xiao Ying juga masih berharap agar ibunya dapat kembali pulang.

Sumber: helloberitaku.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...