Langsung ke konten utama

Bekerja Samalah Membangun Cinta yang Ada, Jangan Egois Apalagi Terlalu Posesif

Cinta itu adalah hal yang penting dalam membina sebuah hubungan, tapi seperti apa sih mencintai pasangan yang benar itu?
 yaitu hargai dia, percayalah kepadanya, dan jangan pernah kamu membuatnya tertekan hidup bersamamu.
 Karena dalam rumah tangga itu, cinta yang sesungguhnya adalah dijaga, bukan dikekang. Dipercaya, bukan dicurigai apalagi sampai tega hati menuduh yang bukan-bukan.
 Lalu diperjuangkan, bukan dipaksakan. Artinya, jika memang ada yang harus diselesaikan atau dikatakan maka bijaklah dalam mengutarakan, jangan hanya diem-dieman tapi nyesesk sendiri.
Jangan Sampai Salah Dalam Memaknai Hubungan, Sama-samalah Mengerti Kewajiban dan Tanggung Jawab Masing-masing

Maka dari itu, jangan sampai salah dalam memaknai sebuah hubungan, jangan mentang-mentang dia udah jadi tanggung jawabmu dan kamu menjadi tanggung jawabnya maka dengan seenaknya kamu otoriter.
 Karena yang baik itu adalah sama-samalah mengerti dengan baik kewajiban dan tanggung jawab masing-masing.

Jika Ada yang Tidak Kamu Sukai Dari Pasanganmu, Maka Tanyalah Baik-baik. Jangan Sampai Kamu Asal Bicara dan Menghakimi
Dan jika memang ada sesuatu yang tidak kamu sukai dari pasanganmu, atau menurutmu apa yang dilakukan kurang benar, maka beritahukan dia dengan tanpa menyakiti hatinya.
Tanyalah kepadanya dengan baik, lalu kemudian haturkan dengan lemah lembut apa yang kamu inginkan, karena bila kamu berusaha memahaminya dengan pelan-pelan maka pasti dia pun akan berpikir pada akhirnya.
Jangan sampai kamu asal bicara dan menghakiminya, terlebih bila itu hanya terbesit sebuah kecurigaan, jangan menghidupkan prasangkamu dengan pikiran yang buruk, agar emosimu tidak menggodamu.
Bekerja Samalah Membangun Cinta yang Ada, Jangan Egois Apalagi Terlalu Posesif
Karena yang seharusnya kamu lakukan itu adalah bekerja sama, entah itu untuk membangun visi dan misi di masa depan, atau tentang menjaga keutuhan cinta yang ada tetap merekah.
Iya, bekerja samalah dalam membangun cinta yang ada diantara kamu dan dirinya, serta jangan pernah kamu berlaku egois, apalagi terlalu posesif terhadap hidupmu.
Karena dia bukan tawananmu, dia juga bukan budakmu, tapi dia adalah penyempurnamu, dia adalah tanggung jawabmu, maka perlakukanlah dia dengan baik dan benar.
Lihatlah Dengan Baik Bagaimana Dirinya, Lalu Cobalah Pahami Sedikit Demi Sedikit Tentangnya, Agar Kamu Bisa Mengimbanginya
Jadi lihatlah dengan baik bagaimana dirinya, pahamilah karakternya secara perlahan, dan belajarlah untuk mengertinya sedikit demi sedikit, agar kamu bisa selalu mengimbanginya.
Percayalah, hidup bersama itu akan selalu indah kamu rasakan, tatkala kamu tidak pernah semena-mena terhadap pasanganmu, melainkan benar-benar menghargainya dengan ketulusan dan tanggung jawab yang ada.
Kamu Mendampinginya Bukan Karena Terpaksa, Kan? Maka Meski Ada yang Tidak Mengenakkan Berusahalah Berjuang
Lagipula, selama ini kamu mendampinginya bukan karena terpaksa bukan? maka bila ada yang tidak mengenankan hatimu berusahalah untuk jujur kepadanya, katakan apa yang ingin kamu katakan dengan tetap menghargai.
Jangan andalkan emosi yang meletup, karena masalah atau sesuatu yang tidak mengenakkan tidak akan menemukan titik penyelesaian bila kamu tidak melunak dengan kesabaran dan mengalah.
sumber artikel;praja.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...