Langsung ke konten utama

Kisah Haru Ibu Berusia 85 Tahun Tiap Hari Menyelam di Laut Demi Anak

Kasih ibu sepanjang masa. Itulah peribahasa yang selama ini menggambarkan rasa cinta para ibu kepada anak-anaknya.




Hampir tak ada ibu yang ingin melihat anak-anaknya hidup susah.

Hampir semua ibu bahkan rela melakukan apapun demi sang anak.



Kerja keras, memeras keringat dan banting tulang pun dilakukan. Asal kebutuhan anak-anaknya tercukupi, mulai sandang, pangan, hingga pendidikan.

Kisah ibu yang berusia 85 tahun asal Vietnam ini menjadi salah satu bukti cinta ibu kepada anaknya.

Ibu tangguh ini menghabiskan berjam-jam waktunya berenang di laut setiap hari untuk mengumpulkan sesuatu yang bisa dijual di pasar.

Rela Berjam-jam Berenang
Melansir World Of buzz, ibu yang sudah berusia senja itu rela berenang dan menyelam selama berjam-jam hanya untuk memastikan putrinya yang berusia 61 tahun mendapat makan dan obat secara teratur.

Putrinya itu mengidap gangguan jiwa yang tidak memungkinakan bekerja dan beraktivitas seperti orang normal.



Karena itulah sang ibu sehari-hari mencari kerang dan ikan untuk dijual demi mendapat uang makan dan berobat.

Perjuangan yang Besar
Sementara penduduk desa yang mengetahui nasibnya sering kali memborong hasil tangkapan ibu renta tersebut.




Meski mengaku masih kuat dan senang bekerja untuk membantu anaknya, tubuhnya ibu itu tetap menerima dampaknya.

Sering kali paparan air laut dalam waktu yang lama menyebabkan kulitnya kering, gatal, dan bersisik.

Benar-benar perjuangan seorang ibu yang begitu menyentuh.

Sumber: dream.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak. Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima. Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik. Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu...