Langsung ke konten utama

Terima Paketan Dari Anaknya yang Jadi TKI, Wanita Madura Ini Malah Terancam Hukuman Mati Karena Paketan Diselipin 1,8kg Sabu

Niatun tak menyangka bahwa barang yang dia terima dari anaknya adalah narkoba.




Tak tanggung-tanggung, anak dan menantunya mengirim sabu-sabu sebanyak dua kilogram ke Niatun.

Akibatnya, kini wanita asal Sampang, Madura ini terancam hukuman mati.



Dihadapan majelis hakim yang diketuai I Ketur Tirta, Niatun menjelasakan kronologi kasus kasus yang menjeratnya.

Awalnya, Niatun mendapat telepon dari anak dan menantunya yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Sang anak saat itu mengaku akan mengirimkan peralatan rumah tangga.

“Anak dan menantu saya telepon, katanya akan mengirimkan peralatan rumah tangga dari Malaysia,” cerita Niatun saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Barang yang disimpan dalam kardus besar tersebut dikirimkan melalui biro jasa pengiriman paket.

Saat diperiksa, Niatun memang mendapat perlatan rumah tangga di dalamnya.

Namun dalam tumpukan barang tersebut ada juga bungkusan yang ternyata isinya narkoba jenis sabu-sabu.

“Salimun (menantu) telepon meminta agar barang itu disimpan, lalu saya simpan di tumpukan jagung,” jelasnya Niatun.



Tak lama berselang, polisi datang menggerebek rumahnya di Sampang, Madura. Saat itu, polisi menemukan barang haram tersebut dan kemudian menangkap Niatun.

Sementara itu, dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Niatun ditangkap pada 23 Juli 2019 sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menemukan sebelas poket sabu-sabu di rumah Niatun dengan berat total 1,8 kilogram.

Atas perbuatannya, Niatun didakwa dengan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati.

Sumber: swarabmi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia, Gaya Pacaran Anak 90 an Ini Membuktikan Bahwa Cinta Itu Tak Semudah Bilang I Love You

Perkembangan teknologi kekinian ternyata juga berpengaruh pada perubahan cara anak muda Now berpacaran, seakarang. bisa dibilang mereka lebih berani untuk menunjukkan kemesraan dan cinta bahkan dimuka umum sekalipun. Sehingga cinta yang dulunya terlihat tulus dan romantis, sekarang pun terkesan biasa saja, bahkan bisa saja main main semata tanpa adanya keseriusan dalam menjalin hubungan -have fun- Berbeda dengan anak anak jaman 90 an dulu yang masih sangat malu malu untuk sekedar mengungkapkan rasa suka dan cinta.  Bagi mereka cinta itu bukan sekedar menyatakannya di depan orang yang terkasih. Tapi memperlihatkan perjuangan yang nyata. Menjaga dengan baik pasangannya -bukannya mengumbar kemesraan- dan mengirimkan pesan pesan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. sehingga sisi keromantisan bukan hanya didapat dari bercumbu di taman taman, tapi lebih dari itu. Dimulai dari hal sederhana, seperti berboncengan berdua dengan sepeda saja sudah terasa begitu romantis. So, kali ini L...

Jangan Jadi Bodoh Dengan Meninggalkan Orang Yang Setia, Demi Orang Yang Baru Kamu Kenal Dalam Hidupmu

Dalam hubungan, kesetiaan pasangan adalah yang utama. Karena biasanya, secinta apapun jika sudah pernah dikhianati, maka perasaan cinta yang dimiliki pasti berbeda dengan sebelumnya. Dan lagi jangan sampai kamu menjadi orang paling bodoh sedunia dengan meninggalkan seseorang yang jelas setia denganmu, yang turut membantu dan menemani perjuanganmu, demi seseorang yang baru kamu kenal dalam hidupmu. Bisa jadi, kamu akan menyesal akhirnya nanti Jagalah Hubunganmu Sebagaimana Kamu Menjaga Komitmenmu Dalam Berhubungan Ingatlah semua perjuangan yang kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan yang telah kamu dapatkan sekarang, ingatlah bagaimana kamu begitu menganggapnya berharga, berjuang untuknya dan membuktikan bahwa kamu memang pantas bersanding dengannya. Jadi lebih baik jagalah hubungan yang sudah kamu bina dengan baik, sebagaimana kamu membuat komitmen untuk bersamanya Selalu Ada Yang Kelihatan Lebih Baik, Padahal Sebenarnya Mereka Tak Lebih Baik. Itu Hanyalah Ujian Kesetiaan Bagimu  ...

Viral Gadis 14 Tahun Hamil Dari Hasil Hubungan Dengan Sang Ayah

Pemberitaan tentang kekerasan terhadap remaja mungkin kerap membuat tercengang. Apalagi tentang kisah seorang gadis 14 tahun bernama Itzel, asal Cile, ini. Dia menyebarkan fotonya dalam keadaan hamil di akun Facebook. Sebenarnya, niat Itzel hanya ingin menunjukkan kepada teman-temannya betapa bahagianya dia karena telah mengandung. Tetapi, unggahan tersebut justru berakhir memilukan. Sebab, ternyata bayi yang dikandung Itzel berasal dari ayahnya sendiri. Banyak komentar yang mengecam, namun Itzel memilih mengabaikannya. Dia menjawab pelbagai komentar miring itu dengan mengaku merasa bahagia karena punya anak dengan cinta dalam hidupnya… ayahnya. Anak itu dibesarkan ayahnya sendirian sepeninggal sang ibu. Pengadilan setempat sudah memerintahkan agar Itzel dipisah dari sang ayah, namun mereka tetap tinggal bersama. Yang Lebih Mengejutkan… Nama pria tersebut tidak diungkap, namun hampir dapat dipastikan gadis itu telah menggodanya. Yang lebih mengejutkan, Itzel menceritakan kisah yang ser...